RADARCIREBON.TV – Klub asal Jamaika, Mount Pleasant Football Academy, menghadapi kendala besar menjelang pertandingan penting di ajang Concacaf Champions Cup 2026. Sebanyak sepuluh pemain tim tersebut dilaporkan gagal memperoleh visa untuk memasuki Amerika Serikat, sehingga tidak dapat ikut bertanding melawan LA Galaxy. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Dignity Health Sports Park, California, pada Rabu (11/3) waktu setempat.
Masalah administrasi ini menjadi pukulan serius bagi Mount Pleasant yang tengah bersiap menjalani salah satu laga paling penting dalam sejarah klub. Akibat kegagalan tersebut, tim asal Jamaika itu harus melakukan penyesuaian besar terhadap komposisi skuad mereka karena sejumlah pemain inti tidak dapat melakukan perjalanan ke Amerika Serikat.
Pertandingan melawan LA Galaxy sebenarnya menjadi momen bersejarah bagi Mount Pleasant. Klub tersebut tampil di Concacaf Champions Cup 2026 setelah berhasil menjuarai Concacaf Caribbean Cup 2025. Keberhasilan tersebut membawa mereka ke kompetisi antarklub paling bergengsi di kawasan Amerika Utara, Tengah, dan Karibia.
Baca Juga:Kontroversi Pemanggilan Mason Greenwood oleh Timnas Jamaika: Antara Prinsip dan AmbisiDrama Pemanggilan: Greenwood Ditolak Pemain Jamaika
Namun, kendala visa membuat Mount Pleasant tidak dapat menurunkan kekuatan terbaiknya. Situasi ini memaksa manajemen klub mengambil langkah cepat dengan memanggil beberapa pemain dari tim akademi untuk melengkapi skuad yang akan bertanding. Para pemain muda tersebut diharapkan dapat menutup kekosongan yang ditinggalkan oleh pemain utama yang gagal mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat.
Meski demikian, keputusan tersebut tentu tidak sepenuhnya mengatasi kerugian yang dialami tim. Kehilangan sejumlah pemain kunci menjelang pertandingan besar membuat peluang Mount Pleasant untuk bersaing secara optimal menjadi semakin berat.
Direktur olahraga Mount Pleasant, Paul Christie, menyampaikan kekecewaannya atas situasi yang dialami timnya. Ia menilai kendala visa tersebut membuat klub tidak mendapatkan kesempatan yang adil untuk menunjukkan kemampuan sebenarnya dalam kompetisi regional tersebut.
“Kami tidak hanya ingin hadir untuk pertandingan, kami ingin mampu bersaing. Namun kami tidak diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik kami,” ujar Christie dalam wawancara dengan Jamaica Observer.
Permasalahan visa ini juga berkaitan dengan kebijakan perjalanan Amerika Serikat terhadap warga dari beberapa negara tertentu, termasuk Haiti. Dalam skuad Mount Pleasant, terdapat tujuh pemain yang berasal dari negara tersebut. Kebijakan perjalanan yang berlaku saat ini diduga menjadi salah satu faktor yang mempersulit proses pengurusan visa bagi para pemain tersebut.
