Bela Antonin Kinsky, Joe Hart: Bahkan Buffon Pernah Salah

Antonin Kinsky
Antonin Kinsky Foto : Tondakinsky
0 Komentar

Namun tidak semua pelatih bereaksi dengan cara yang sama. Dalam komentarnya di TNT Sports, Hart menyebut keputusan itu sebagai tindakan yang berpotensi menghancurkan mental pemain.

“Penjaga gawang akan selalu memiliki malam buruk. Itu bagian dari pekerjaan. Tapi menariknya keluar pada menit ke-17? Itu bukan manajemen, itu penghukuman,” kira-kira demikian nada kritiknya.

Hart bahkan menyindir bahwa sepak bola seharusnya tidak kehilangan sisi kemanusiaannya.

Baca Juga:Brutal! Atletico Madrid Bantai Tottenham Hotspur 5-2, Julian Alvarez Bikin Tottenham Mati KutuBelum Sebulan Menjabat, Igor Tudor Sudah Terancam Diganti di Tottenham?

Karena pada akhirnya, pemain di lapangan bukan sekadar angka di papan taktik. Mereka manusia.

Jika ada satu ironi besar dalam sepak bola modern, itu adalah obsesi terhadap hasil instan.

Pelatih diberi waktu yang semakin sedikit. Klub semakin tidak sabar. Sementara pemain muda didorong ke panggung besar lebih cepat dari sebelumnya.

Namun ketika mereka tersandung, sering kali tidak ada yang mau menunggu mereka bangkit.

Kasus Kinsky seolah menjadi ilustrasi sempurna. Seorang kiper muda diberi kepercayaan di panggung terbesar Eropa… lalu ditarik keluar bahkan sebelum babak pertama benar-benar dimulai.

Itu seperti memberi seseorang mikrofon di konser besar, lalu mematikan suaranya setelah dua nada fals.

Kritik dari Italia: Reputasi Tudor Dipertaruhkan

Kritik tidak hanya datang dari Inggris. Di Italia, mantan striker flamboyan Paolo Di Canio juga menilai keputusan Tudor bisa menjadi bumerang bagi reputasi kepelatihannya.

Menurutnya, tindakan seperti itu bisa merusak kepercayaan ruang ganti.

Baca Juga:Laga Tak Imbang! Bayern Munchen Permalukan Atalanta 6-1, Oliseh Main Sempurna, Musiala Cetak GolBrutal! Atletico Madrid Bantai Tottenham Hotspur 5-2, Julian Alvarez Bikin Tottenham Mati Kutu

Karena jika seorang pemain bisa “dikorbankan” begitu cepat, pemain lain pasti mulai bertanya dalam hati:

Apakah mereka juga bisa menjadi korban berikutnya?

Empat Kekalahan dan Kursi Panas

Masalah Tudor sebenarnya tidak berhenti pada insiden Kinsky.

Sejak ditunjuk sebagai pelatih interim Tottenham Hotspur pada 14 Februari, mantan bek Juventus itu belum merasakan kemenangan.

Empat pertandingan. Empat kekalahan. Statistik yang dalam sepak bola modern bisa membuat kursi pelatih terasa seperti kursi listrik.

Kekalahan 2-5 dari Atletico Madrid hanya memperburuk suasana.

Kini, kritik dari media, pundit, dan fans mulai mengalir deras.

Malam yang Tidak Akan Dilupakan Kinsky

0 Komentar