RADARCIREBON.TV- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sudah menetapkan batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan untuk tahun pajak 2025. Buat wajib pajak orang pribadi, batas akhirnya adalah 31 Maret 2026. Jadi kalau kamu termasuk yang wajib lapor pajak, sebaiknya jangan sampai kelewatan tanggal tersebut.
Kalau sampai telat melaporkan SPT Tahunan, siap-siap saja kena denda. Aturan soal denda ini sudah diatur dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP).
Sementara itu, untuk wajib pajak badan atau perusahaan, batas waktunya sedikit lebih lama, yaitu sampai 30 April 2026. Tapi aturannya sama, kalau telat lapor tetap ada sanksinya.
Baca Juga:Katalog Promo Indomaret 12–18 Maret 2026: Minyak Murah, Frozen Food Beli 1 Gratis 1Promo Indomaret Terbaru 12–18 Maret 2026: Banyak B1G1, Diskon Sembako sampai Skincare
Besaran denda telat lapor SPT
Besaran dendanya juga sudah ditentukan, yaitu:
- Wajib Pajak Orang Pribadi: Rp100.000
- Wajib Pajak Badan: Rp1.000.000
Walaupun begitu, biasanya DJP tidak langsung menjatuhkan denda. Biasanya mereka akan mengirimkan surat teguran dulu kepada wajib pajak yang belum melapor setelah batas waktu lewat.
Surat teguran ini bisa dikirim lewat email atau ke alamat rumah wajib pajak. Di kalangan masyarakat, email dari pajak ini sering bercanda disebut sebagai “surat cinta” dari Dirjen Pajak.
Setelah surat teguran dikirim, pihak Kantor Pelayanan Pajak (KPP) biasanya akan mengecek lagi data wajib pajak tersebut. Kalau memang masih belum juga melapor dan ada kewajiban yang belum dipenuhi, KPP bisa menerbitkan Surat Tagihan Pajak (STP).
Buat kamu yang belum lapor, sebenarnya prosesnya sekarang sudah cukup mudah. SPT Tahunan bisa dilaporkan secara online lewat sistem DJP, jadi tidak harus datang langsung ke kantor pajak. Tapi kalau memang ingin datang langsung, kamu juga bisa melapor di Kantor Pelayanan Pajak tempat kamu terdaftar.
