RADARCIREBON.TV – Kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis hak asasi manusia dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mengundang perhatian luas publik. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Jakarta Pusat dan diduga berkaitan dengan aktivitas advokasi yang selama ini dijalankan oleh korban.
Insiden tersebut memicu kekhawatiran banyak pihak karena dianggap sebagai bentuk intimidasi terhadap aktivis yang kerap menyuarakan kritik terkait isu hak asasi manusia dan kebijakan keamanan negara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tanda-tanda ancaman sebenarnya sudah dirasakan korban beberapa hari sebelum kejadian. Andrie Yunus dilaporkan sempat merasa diikuti oleh orang tak dikenal ketika menjalankan aktivitas sehari-hari. Selain itu, ia juga menerima sejumlah panggilan telepon misterius dari nomor yang tidak dikenalnya, yang diduga merupakan bentuk teror sebelum serangan terjadi.
Baca Juga:Promo JSM Alfamart Ramadan 13-18 Maret 2026: Diskon Biskuit, Sirup hingga Kurma Mulai Rp7 RibuanCara Bayar Zakat Fitrah Lewat Aplikasi PosPay: Mudah dan Praktis
Peristiwa puncak terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu Andrie baru saja menyelesaikan kegiatan rekaman podcast bertema “Remiliterisme” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang berada di Jakarta Pusat. Setelah kegiatan tersebut selesai, ia kemudian meninggalkan lokasi dengan mengendarai sepeda motor untuk pulang.
Namun, dalam perjalanan pulang, Andrie tiba-tiba dihadang oleh dua orang tidak dikenal yang juga berboncengan menggunakan sepeda motor. Tanpa banyak interaksi, salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban.
Serangan tersebut menyebabkan luka bakar cukup serius pada tubuh Andrie. Berdasarkan keterangan awal, luka bakar mencapai sekitar 24 persen dari total permukaan tubuhnya. Bagian mata menjadi salah satu area yang turut terkena cairan tersebut sehingga membutuhkan penanganan medis secara intensif. Bahkan, cairan yang disiramkan pelaku dilaporkan sangat korosif hingga merusak bagian speedometer sepeda motor milik korban.
Usai kejadian, Andrie segera mendapatkan pertolongan dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan. Hingga kini, tim medis masih terus memantau kondisi kesehatannya.
Sementara itu, pihak kepolisian mulai melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku di balik serangan tersebut. Aparat sedang memeriksa sejumlah rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian guna mengidentifikasi pelaku maupun kendaraan yang digunakan.
