Masjid Sapu Angin di Kecamatan Bondan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menyimpan kisah panjang penyebaran agama Islam di wilayah pesisir utara Jawa. Berdasarkan cerita turun-temurun, masjid ini didirikan pada tahun 1414 oleh seorang ulama yang dikenal sebagai Syekh Datul Kahfi atau Syekh Nurjati.
Masjid Kuno Sapu Angin Bondan di Kabupaten Indramayu menyimpan kisah panjang penyebaran agama Islam di wilayah pesisir utara Jawa. Menurut juru pelihara cagar budaya, kisah Masjid Bondan berawal dari kedatangan seorang ulama besar dari Semenanjung Malaka bernama Syekh Dzatul Kahfi yang datang untuk menyebarkan ajaran Islam di wilayah Bondan.
Pada masa itu, masyarakat setempat masih memegang teguh tradisi dan kepercayaan lama, yakni agama Hindu. Syekh Dzatul Kahfi kemudian berupaya mendekati masyarakat untuk menyebarkan agama Islam melalui berbagai cara, termasuk menjalin hubungan dengan keluarga tokoh setempat.
Baca Juga:Penyaluran Bantuan Pangan Di Kabupaten Indramayu – VideoBulog Cirebon Dipastikan Stok Beras Aman – Video
Seiring waktu, ajaran Islam mulai diterima oleh masyarakat. Salah satu tokoh awal yang memeluk ajaran Islam di daerah itu adalah Nyai Kencana Wungu, adik dari Ki Geden Bondan yang pada saat itu menjadi pemimpin wilayah Bondan.
Kemudian, setelah Syekh Datul Kahfi memiliki cukup banyak murid yang memeluk agama Islam, dibangunlah sebuah masjid yang dikenal dengan sebutan Masjid Sapu Angin Sadalu, yang berarti masjid yang dibangun hanya dalam satu malam.
Hingga kini, bangunan Masjid Bondan masih dipertahankan keasliannya sebagai situs cagar budaya. Renovasi hanya dilakukan pada bagian-bagian yang mengalami kerusakan, seperti kayu yang mulai lapuk, namun tanpa mengubah bentuk asli bangunan.
Sejauh ini renovasi tercatat pernah dilakukan beberapa kali, di antaranya pada tahun 1963, 1977, 1980, 1992, dan 2023, dengan pengawasan langsung dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Jawa Barat serta Dinas Kebudayaan Kabupaten Indramayu.
Beberapa peninggalan bersejarah juga masih ada hingga saat ini, yaitu atap momolo masjid yang sudah berusia sekitar 600 tahun dan ada empat tombak yang kini diamankan dan tidak lagi dipamerkan untuk menjaga kelestariannya.
Hingga kini, Masjid Bondan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol sejarah panjang perkembangan Islam di wilayah Indramayu.