Ironisnya, laga ini berlangsung di kandang sendiri. Dukungan publik di Stadio Giovanni Zini seharusnya menjadi energi tambahan bagi para pemain Cremonese. Namun justru Fiorentina yang terlihat lebih percaya diri dan terorganisir.
Kini semua harapan tertumpu pada babak kedua. Cremonese tidak hanya membutuhkan gol. Mereka membutuhkan keberanian untuk mengubah jalannya pertandingan. Mereka membutuhkan pemain yang berani mengambil risiko, berani menyerang, dan berani menolak menyerah.
Di bawah mistar, Emil Audero juga menghadapi ujian mental yang tidak kecil. Setelah dua kali kebobolan, ia harus tetap berdiri tegak, memimpin lini belakangnya, dan memastikan tidak ada gol tambahan yang semakin memperburuk keadaan.
Baca Juga:Cremonese Vs Fiorentina: Ujian Berat Emil Audero, Selamatkan Cremonese dari Ancaman DegradasiBalas Dendam Manis! Inter Bangkit Usai Dihajar Napoli, Fiorentina Jadi Korban!
Babak kedua masih berlangsung. Waktu masih tersisa. Namun bagi Cremonese, setiap menit kini terasa seperti perlombaan melawan nasib.
Fiorentina juga mengandalkan penjaga gawang top, David De Gea.
