RADARCIREBON.TV – Kekalahan LOSC Lille dari Aston Villa di babak 16 besar Liga Europa UEFA menuai sorotan tajam. Media Prancis, Le Petit Lillois, menilai strategi pelatih Bruno Genesio sebagai eksperimen yang berujung kegagalan total.
Dalam leg kedua yang berlangsung di Villa Park, Lille kembali takluk dengan skor 0-2. Hasil tersebut memastikan mereka tersingkir dengan agregat 0-3, setelah sebelumnya juga kalah 0-1 pada leg pertama.
Gol kemenangan Aston Villa dicetak oleh John McGinn pada menit ke-54, sebelum ditutup oleh Leon Bailey di penghujung laga. Lille terlihat kesulitan mengembangkan permainan dan gagal memberikan perlawanan berarti sepanjang pertandingan.
Baca Juga:Jadwal Pertandingan Babak 16 Besar Liga Europa 2026 Leg 2 Live 18-20 Maret, Cek Jam TayangnyaNottingham Forest Kalah 1-2 dari Fenerbahçe, Tapi Lolos ke Babak 16 Besar Liga Europa
Salah satu sorotan utama dalam laga ini adalah keputusan Genesio yang tidak memainkan Calvin Verdonk. Pemain yang memiliki darah Indonesia tersebut hanya duduk di bangku cadangan, baik pada leg pertama maupun leg kedua.
Padahal, Verdonk kerap menjadi opsi pelapis di sektor kiri pertahanan. Namun, Genesio lebih memilih Romain Perraud sebagai starter, yang kembali dipercaya mengisi posisi bek sayap kiri.
Tak hanya itu, keputusan menggunakan formasi tiga bek tengah juga menuai kritik. Genesio menurunkan Nathan Ngoy, Chancel Mbemba, dan Alexsandro Ribeiro di lini belakang, dengan Thomas Meunier dan Perraud sebagai wing-back.
Menurut Le Petit Lillois, strategi tersebut justru membuat keseimbangan tim terganggu. Minimnya variasi serangan dan lemahnya transisi bertahan menjadi faktor utama yang membuat Lille gagal bersaing dengan Aston Villa.
Media tersebut bahkan menyebut bahwa eksperimen ini bukan pertama kalinya gagal. Sebelumnya, Lille juga sempat mencoba pendekatan serupa dan berujung kekalahan telak 1-4 dari RC Strasbourg di kompetisi domestik.
Dalam ulasannya, Le Petit Lillois menilai keputusan Genesio sebagai pertaruhan yang tidak berjalan sesuai rencana. Komposisi pemain yang diturunkan dinilai tidak optimal, terutama dengan absennya beberapa pemain kunci di posisi tertentu.
Dari sisi performa individu, Romain Perraud sebenarnya tampil cukup aktif sepanjang pertandingan. Ia mencatatkan akurasi umpan tinggi serta beberapa aksi bertahan. Namun, kontribusinya dalam membantu serangan dinilai masih kurang maksimal.
