Kekalahan ini membuat Liverpool terlempar dari zona Liga Champions, tertinggal dua poin dari Aston Villa FC. Sebuah “prestasi” yang mungkin tak masuk dalam rencana besar Arne Slot.
Di tengah semua itu, Welbeck keluar sebagai aktor utama dengan rating tertinggi. Sebaliknya, Van Dijk yang biasanya jadi simbol ketenangan justru tampil di bawah standar. Mungkin bahkan ia sendiri tidak percaya apa yang terjadi.
Satu hal yang pasti: malam itu, Liverpool tidak hanya kalah. Mereka dipermainkan. Dan Brighton, dengan segala “kesederhanaannya”, berhasil mengajarkan satu pelajaran klasik nama besar tidak selalu berarti apa-apa saat peluit dibunyikan.
