Mengejutkan, Ini Alasan Liverpool Rela Melepas Mohamed Salah Secara Gratis

Mohamed Salah
Alasan Liverpool setuju Mohamed Salah pergi secara gratis. Foto: Instagram Mo Salah / tangkapan layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Keputusan Liverpool berpisah dengan Mohamed Salah secara gratis pada musim panas 2026 ternyata bukan tanpa alasan.

Memang ada pertimbangan strategis yang diambil manajemen klub untuk menghindari situasi yang lebih kompleks.

Pada tahap akhir negosiasi, pemilik klub, Fenway Sports Group (FSG), menilai memaksakan tuntutan biaya transfer malah akan mengubah keadaan yang sudah rumit.

Baca Juga:Dikaitkan Gantikan Mohamed Salah di Liverpool, Bintang Juventus Ini Percaya DiriTablet Flagship, Vivo Pad6 Pro Hadir dengan Layar 4K dan Snapdragon 8 Elite Gen 5

Sehingga, kontrak Mohamed Salah dipercepat berakhirnya 12 bulan lebih awal menjadi 30 Juni 2026, sekaligus membuka peluang kepergian sang pemain tanpa biaya.

Kepergian Mohamed Salah sebagai agen bebas menjadi momen yang janggal bagi seorang legenda klub.

Perpisahan itu tidak berlangsung dengan suasana perayaan besar, cenderung terasa kaku dan kurang greget.

Kondisi ini sesungguhnya mengarah pada perpisahan sejak Desember 2025, saat Mohamed Salah mengungkapkan ketidakpuasannya.

Sejak itu, sang pemain dan klub mulai mencari solusi dari kontrak dua tahun yang baru disepakati pada musim panas sebelumnya.

Akan tetapi, pemain berusia 33 tahun itu, tidak berminat pada pada bursa transfer Januari lalu. Gaji tinggi yang mencapai sekitar 400 ribu paun per pekan, ditambah biaya transfer, membuat klub kebanyakan mundur.

Liverpool berharap memperoleh pemasukan dari penjualan itu. Akan tetapi, performa Mohamed Salah justru tidak lagi konsisten seperti musim sebelumnya, apalagi posisinya mulai dipertanyakan.

Baca Juga:Bermain dengan 10 Orang, Timnas Prancis Tetap Menang 2-1 atas BrasilVeda Ega Pratama Tetap Rendah Hati Jelang Moto3 Amerika 2026 Usai Podium Bersejarah

Pelatih Arne Slot juga tidak lagi memandang Mohamed Salah sebagai prioritas dalam tim inti.

Mohamed Salah sebelumnya juga sempat berselisih dengan Jurgen Klopp saat dicadangkan pada pertandingan kontra West Ham pada April 2024. Hubungannya dengan Arne Slot kini semakin buruk, dan sudah sulit diperbaiki.

Sementara itu, Liverpool juga mengalami dilema, menempatkan pemain dengan gaji tertinggi di bangku cadangan bukan situasi ideal untuk stabilitas tim.

Mohamed Salah dan agennya Ramy Abbas Issa, tetap meyakini dia layak diperlakukan sebagai pemain elite dunia dan harus selalu menjadi pilihan utama.

Saat pandangan tersebut tidak lagi sejalan dengan pelatih, perpisahan pun tak terelakkan.

Liverpool sempat mengkhawatirkan potensi penurunan performa Salah musim ini. Dengan melihat kondisi saat ini, perpisahan menjadi opsi ideal.

0 Komentar