Kritik Pedas untuk Mikel Arteta: Arsenal Tak Bisa Dipimpin dengan Perasaan

Mikel Arteta
Keputusan Mikel Arteta tuai kritik. Foto: Instagram Mikel Arteta / tangkapan layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Mikel Arteta dilemparkan banyak kritik lantaran tak memasang susunan pemain terbaik Arsenal pada final Carabao Cup.

Mikel Arteta dianggap terlalu menggunakan emosi dalam mengambil keputusan, dinilai tak memakai logika untuk meramu strategi.

Mikel Arteta memutuskan memainkan kiper kedua, yakni Kepa Arrizabalaga, pada final Carabao Cup, Minggu (22/3/2025) malam WIB lalu.

Baca Juga:Berhasil Curi Poin di Kandang Feyenoord, Maarten Paes Kini Bidik FIFA Series Bersama Timnas Indonesia Panas di Ligue 1! Calvin Verdonk dan Mason Greenwood Terlibat Insiden

Keputusan Mikel Arteta itu dianggap sebagai bumerang bagi Arsenal, sebab di lapangan Kepa malah melakukan blunder yang berujung gol pertama dicetak oleh Manchester City.

Kepa gagal menangkap bola dengan sigap, sehingga terlepas dan berhasil disambar Nico O’Reilly di menit ke-60.

Manchester City yang mendapatkan kesempatan emas, langsung dimanfaatkan dan sukses mencetak gol kedua empat menit berselang, gol itu kembali dilakukan oleh O’Reilly.

Dai gambaran umum, penampilan Kepa pada babak final itu menjadi sorotan, sebab sejumlah keputusan yang dirasa kurang layak.

Mikel Arteta pun banyak dikritik karena memaksakan diri memainkannya pada pertandingan krusial. Di mana pertaruhannya tak hanya trofi, tetapi juga momentum yang diperoleh tim.

Momen ini seharusnya menjadi trofi pertama dari empat yang dikejar oleh tim dengan julukan Meriam London.

Namun, Mikel Arteta berdalih Kepa berhak atas peluang itu, karena sudah selalu jadi pilihan dalam turnamen Carabao Cup.

Baca Juga:FIFA Series 2026 Jadi Ajang Uji Coba John Herdman, Pertahanan Timnas Indonesia DisorotGagal Juara, Mikel Arteta Ungkap Penyebab Kekalahan Arsenal Atas Manchester City

Pernyataan itulah yang kemudian dikritik oleh mantan gelandang Arsenal Emmanuel Petit.

“Di satu sisi saya bisa memahami ucapan Arteta, tapi di sisi lain ketika Anda melakoni final, situasinya berbeda. Final, saya tak peduli bagaimana Anda memainkannya, ya harus menang, artinya Anda mesti menempatkan pemain-pemain terbaik di lapangan,” kata Emmanuel Petit.

“Ini laga satu pertemuan dan pada akhir laga pilihannya Anda dapat trofi atau tidak. Bagi saya, inilah perbedaan besarnya,” sambungnya.

“Saya bisa meahami kok perkataan Arteta soal Kepa dan sejujurnya manis sekali dia berkata seperti itu. Tapi pada titik ini jangan utamakan perasaan. Kita bicara soal memenangi sebuah trofi,” ujarnya.

“Bagi saya perasaan bukan jadi perhatiannya. Anda harus membuat pilihan yang terbaik buat tim, buat klub, dan para suporter. Faktanya adalah kesalahan ini membunuh pertandingan,” imbuhnya.

0 Komentar