Update Korban Kecelakaan Elf di Cingambul Majalengka, 6 Meninggal dan Sejumlah Penumpang Dirawat

Korban Kecelakaan Elf Di Cingambul
Korban Kecelakaan Elf Di Cingambul foto : kbeonline.id
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Informasi terbaru mengenai kecelakaan kendaraan Elf di kawasan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menunjukkan adanya penambahan jumlah korban meninggal dunia. Hingga Selasa, 24 Maret 2026, tercatat enam orang dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Kecelakaan ini melibatkan rombongan warga asal Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, yang sedang dalam perjalanan setelah melakukan kunjungan keluarga sekaligus perjalanan wisata. Insiden terjadi di wilayah Puncak Jahim, Desa Maniis, yang memiliki karakteristik jalan menurun, berkelok, dan cukup berisiko bagi pengendara.

Berikut daftar korban meninggal dunia berdasarkan data kepolisian dan rumah sakit:

Baca Juga:THR Melimpah! Link Dana Kaget Total Rp100.000 Hari Ini, Cek Cara Klaimnya di SiniInfo Arus Balik Cirebon! Kuningan–Cirebon Lumpuh, 3 Jam Tak Bergerak

  • Hasyim Adnan (pengemudi)
  • Mohamad Ali
  • Nanda
  • Mala (35 tahun), warga Rengasdengklok Selatan
  • Karwati (65 tahun), warga Rengasdengklok Selatan
  • Desi (42 tahun), warga Karawang

Selain korban meninggal dunia, sejumlah penumpang lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Cideres dengan kondisi yang bervariasi.

Berikut daftar korban luka:

  • Kia Putri (4 tahun), cedera kepala, rencana operasi
  • Taufik Hidayat (29 tahun), cedera tulang, kondisi membaik
  • Oman (55 tahun), cedera kepala dan patah tulang
  • Kariah (36 tahun), cedera kepala, dada, dan perut
  • Asep Ismail (39 tahun), cedera kepala dan patah tulang, rencana operasi
  • Ridwan Kosasih (41 tahun), luka di kepala, tangan, dan kaki

Dari hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga terjadi saat kendaraan melaju dari arah Panjalu, Kabupaten Ciamis menuju wilayah Cikijing, Majalengka. Rute tersebut dikenal cukup menantang, terutama di titik Blok Maniis Tonggoh yang memiliki tikungan tajam dan turunan panjang.

Faktor cuaca juga turut berperan dalam insiden ini. Saat kejadian, area tersebut dilaporkan diselimuti kabut tebal dengan jarak pandang yang sangat terbatas. Kondisi jalan yang basah dan licin semakin memperbesar risiko kecelakaan.

Selain itu, pengemudi diduga mengalami kelelahan setelah menempuh perjalanan cukup jauh. Hal ini menyebabkan kendaraan sulit dikendalikan ketika melintasi jalur ekstrem, hingga akhirnya keluar jalur dan terguling.

Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab utama kecelakaan. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama saat berkendara di jalur rawan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

0 Komentar