RADARCIREBON.TV – Arsenal melakukan kesalahan fatal yang mengakibatkan mereka kehilangan trofi pertama di musim ini setelah mengalami kekalahan 0-2 melawan Manchester City dalam final Carabao Cup yang diadakan di Wembley, pada malam Minggu (22/3/2026).
Kepa Arrizabalaga berdiri tenang dengan bola di kakinya selama 36 detik sementara 10 pemain Arsenal hanya bisa menonton. Pemandangan ini sangat mencolok pada permulaan babak kedua, tetapi juga menggambarkan tepat keadaan Arsenal yang lesu dan tidak dapat memberi jawaban atas tekanan yang diterapkan oleh Man City di final Carabao Cup.
Pep Guardiola menata Antoine Semenyo dan Jeremy Doku sejajar dengan Rayan Cherki serta Erling Haaland untuk membentuk “dinding” yang efektif di depan lini tengah Arsenal.
Baca Juga:Duel Panas! Hasil Drawing 16 Besar Liga Champions 2025/2026: Real Madrid vs Manchester City, PSG vs ChelseaSetelah Hasil Drawing Diumumkan, Inilah Aturan Drawing 16 Besar Liga Champions 2025/2026
The Gunners kehilangan kemampuan teknis dan kejelian untuk dapat mengatasi tekanan tersebut, sehingga mereka terpaksa hanya memukul bola jauh dan dengan mudah menyerahkan kembali kepemilikan kepada Man City.
Selama 25 menit periode itu, pertandingan sangat tidak seimbang. Arsenal hanya menguasai 25 persen penguasaan bola dalam rentang waktu itu, dan cukup aneh bahwa Mikel Arteta tidak mencoba untuk melakukan perubahan apapun.
Ketika ia akhirnya melakukan dua pergantian, Arsenal sudah ketinggalan 2-0 dan pertandingan nyaris berakhir.
Arteta menyoroti kesempatan awal yang terlewat oleh Kai Havertz sebagai titik penting, tetapi yang lebih mengkhawatirkan adalah itu merupakan satu-satunya peluang berharga yang berhasil diciptakan oleh Arsenal.
Tim dengan kualitas seperti itu seharusnya tidak merasa wajib mencetak gol dari semua peluang, khawatir jika kesempatan lain mungkin tidak akan muncul.
Jeda internasional memberikan kesempatan baik untuk melakukan perbaikan, dan Arsenal akan kembali bertanding melawan Southampton di perempat final Piala FA.
The Gunners seharusnya mampu memenangi pertandingan tersebut dan kembali ke Wembley. Namun, jejak luka muncul saat saat penting, di bawah sorotan besar, kini hanya semakin bertambah.
Baca Juga:Comeback! Donny Warmerdam Siap Buktikan Diri Bersama PSIM di Sisa Musim BRI Super League 2025/2026Laga Panas Bali United vs Persijap pada Sabtu, 28 Febuari 2026 Esklusif Live di Indosiar dan Vidio
Seharusnya Carabao Cup dapat mengurangi tekanan untuk pencapaian yang lebih besar di masa mendatang, tetapi justru tekanannya kini meningkat hingga ke level tertinggi.
Kekalahan di final ini mungkin bisa dimaafkan dan dilupakan jika Arsenal mampu bangkit untuk merebut trofi yang lebih utama. Namun, beban tersebut terasa berat di pundak mereka menjadikan tugas ini semakin sulit.
