Pasar Batik Trusmi Kabupaten Cirebon sempat mengalami peningkatan jumlah pengunjung saat momen Lebaran. Setelah itu, pasar kembali sepi seperti sebelumnya.
Pasar Batik Trusmi Kabupaten Cirebon sempat mengalami peningkatan jumlah pengunjung saat momen Lebaran Idulfitri 2026. Keramaian terjadi pada hari Minggu hingga Rabu atau tepatnya H plus satu hingga H plus empat Lebaran.
Pedagang batik, Nuril menyebut, lonjakan pengunjung pada masa tersebut mencapai seratus persen dibandingkan hari biasa. Bahkan pada hari-hari normal, pasar kerap sepi tanpa pembeli sama sekali.
Baca Juga:DPRD Cirebon Respons Aspirasi Ansor: Sinergi Penta Helix hingga Optimalisasi Perda MandulUrbanisasi Dari Cirebon Ke Ibukota Menurun Drastis – Video
Menurutnya, keramaian mulai terlihat sejak hari kedua setelah Lebaran, saat para pedagang mulai kembali membuka toko secara bertahap. Kondisi ini berlanjut hingga H plus empat dengan jumlah pengunjung yang masih terbilang ramai.
Pengunjung didominasi oleh pemudik dari luar kota yang memanfaatkan waktu kembali untuk membeli oleh-oleh khas Cirebon. Produk yang dicari beragam, mulai dari batik tulis, kain, hingga pakaian jadi seperti kemeja.
Selain faktor lebaran, arus lalu lintas satu arah atau one way diduga turut mempengaruhi meningkatnya kunjungan ke kawasan Trusmi. Namun, keramaian tersebut tidak berlangsung lama.
Memasuki hari berikutnya, jumlah pengunjung kembali menurun dan aktivitas pasar kembali sepi seperti hari-hari biasa.
Nuril berharap ada upaya dari pihak pengelola pasar dan dinas terkait untuk meningkatkan promosi serta memperbaiki fasilitas, termasuk penambahan identitas pasar agar lebih mudah dikenali pengunjung.
Ia menilai, momen Lebaran menjadi bukti Pasar Batik Trusmi masih memiliki potensi menarik pengunjung jika didukung promosi dan penataan yang lebih baik.