RADARCIREBON.TV – Pertemuan antara Timnas Indonesia dengan Saint Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series 2026 menjadi sorotan, bukan hanya karena nilai pertandingannya, tetapi juga karena cerita lama yang akhirnya terwujud. Salah satu legenda sepak bola Saint Kitts and Nevis, Keith Kayamba Gumbs, mengaku memiliki perasaan yang bercampur menjelang laga tersebut.
Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Jumat, 27 Maret 2026 pukul 20.00 WIB. Duel ini sekaligus menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya kedua negara saling berhadapan di level internasional.
Gumbs, yang pernah lama berkarier di Indonesia, mengungkapkan bahwa sebenarnya laga seperti ini sudah lama ia harapkan. Bahkan, saat masih aktif bermain di kompetisi sepak bola Indonesia, ia sempat mengusulkan agar Timnas Indonesia menjajal kekuatan negaranya. Namun, usulan tersebut tak kunjung terealisasi hingga akhirnya baru terjadi sekarang.
Baca Juga:GBK Membludak! Suporter Timnas Rela Tempuh Jarak Jauh Demi Laga Ini!FT : Indonesia vs Saint Kitts & Nevis: Garuda Pesta Gol 4-0, Mauro Zijlstra Tutup Kemenangan
Ia menyampaikan bahwa sejak dulu dirinya kerap berbicara dengan pihak federasi sepak bola Indonesia terkait kemungkinan menggelar pertandingan melawan Saint Kitts and Nevis. Sayangnya, berbagai kesempatan itu tidak membuahkan hasil pada masanya.
Meski demikian, pria berusia 53 tahun tersebut tetap menyambut baik terlaksananya laga ini. Menurutnya, pertandingan ini memiliki arti penting, terutama bagi perkembangan sepak bola kedua negara. Selain itu, laga ini juga dinilai bisa menjadi ajang promosi bagi pemain Saint Kitts and Nevis agar lebih dikenal di Indonesia.
Selama berkarier di Indonesia, Gumbs bukanlah sosok asing. Ia pernah memperkuat beberapa klub besar dan meninggalkan kesan mendalam bagi para penggemar sepak bola Tanah Air. Tiga klub yang pernah ia bela antara lain Sriwijaya FC, Arema FC, dan Barito Putera. Bersama klub-klub tersebut, ia berhasil mencatatkan berbagai pencapaian yang cukup membanggakan.
Salah satu kenangan yang paling membekas baginya adalah saat tampil di partai final kompetisi domestik Indonesia. Ia mengaku terkejut melihat besarnya antusiasme suporter yang memenuhi stadion. Jumlah penonton yang memadati tribun bahkan disebutnya melebihi jumlah penduduk negaranya sendiri.
Pengalaman tersebut menjadi hal yang tidak terlupakan baginya. Ia menggambarkan suasana stadion yang penuh sesak dengan puluhan ribu penonton sebagai sesuatu yang luar biasa dan sulit ditemukan di negara asalnya.
