RADARCIREBON.TV – Timnas Brasil bersiap debut di Piala Dunia 2026 dengan mengusung ambisi merebut kejayaan kembali. Mereka masih dinilai sebagai salah satu kandidat kuat memperoleh trofi juara.
Piala Dunia edisi ke-23 akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, menghadirkan format baru, jumlah peserta lebih banyak, dan digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, serta Meksiko.
Piala Dunia 2026 bakal digelar pada 11 Juni sampai 19 Juli 2026. Untuk pertama kalinya, jumlah peserta meningkat signifikan menjadi 48 tim, yang terbagi menjadi 12 grup serta diisi empat tim.
Baca Juga:Jordi Amat Bandingkan Timnas Indonesia Racikan Herdman dengan Persija Jakarta Cuaca hingga Atmosfer GBK Jadi Tantangan Timnas Bulgaria Lawan Timnas Indonesia
Format baru itu menciptakan dinamika lebih panas, sebab lebih banyak negara berkesempatan melaju jauh di turnamen.
Di samping itu, Piala Dunia 2026 juga menjadi sejarah baru, lantaran pertama kalinya tiga negara menjadi tuan rumah bersama, menghadirkan nuansa yang jauh lebih meriah serta distribusi pertandingan yang lebih luas.
Di tengah perubahan besar itu, Timnas Brasil yang sudah mengumpulkan lima gelar Piala Dunia, datang dengan skuad penuh bakat, berpadu dengan generasi muda bertalenta dan pemain berpengalaman.
Mereka tergabung di Grup C yang cukup sengit dan akan menghadapi tiga pertandingan penting dalam fase penyisihan.
Brasil langsung menghadapi ujian berat pada laga pembuka. Maroko menjadi semifinalis Piala Dunia 2022 dan dikenal memiliki organisasi permainan yang solid, disiplin, serta agresif.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung panas, sebab lini tengah Maroko yang tangguh bakal menembus pertahanan para pemain Brasil.
A Selecao wajib menang untuk memastikan momentum aman sejak awal serta menunjukkan kapasitas mereka sebagai kandidat juara.
Baca Juga:Jens Raven Masuk Skuad, Timnas Indonesia Kehilangan Mauro Zijlstra karena CederaHadapi Timnas Bulgaria, Timnas Indonesia Perlu Ketahanan Fisik Ekstra
Ketimbang dua lawan lainnya, Haiti berada satu level di bawah Brasil. Akan tetapi, kondisi itu bukan berarti Tim Samba boleh lengah.
Haiti biasanya mengandalkan permainan cepat dan agresif, sehingga Timnas Brasil tetap harus menjaga fokus untuk memetik kemenangan kedua.
Ujian terakhir bagi Brasil pada fase grup hadir melalui Skotlandia, tim dengan karakter permainan intens berdasarkan pressing dan duel fisik.
Skotlandia dikenal sulit ditaklukkan saat berada dalam kondisi terbaik, sehingga Timnas Brasil harus menyiapkan strategi matang untuk mengatasi tekanan serta ritme cepat lawan.
