Kelebihan dari metode ini adalah tidak memerlukan listrik karena tidak menggunakan pompa. Sistem ini dikenal sebagai sistem wick atau sumbu, yang bekerja secara pasif namun tetap efektif untuk tanaman berukuran kecil hingga sedang. Selain itu, penggunaan botol bekas juga membantu mengurangi limbah plastik, sehingga lebih ramah lingkungan.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pastikan nutrisi tidak terlalu pekat karena bisa merusak akar tanaman. Selain itu, perhatikan kebersihan air agar tidak menjadi tempat berkembangnya lumut atau bakteri. Jika perlu, ganti air nutrisi setiap satu hingga dua minggu sekali.
Dengan cara ini, Anda bisa memulai kebun hidroponik sendiri di rumah tanpa perlu modal besar. Selain menghasilkan sayuran segar, kegiatan ini juga bisa menjadi hobi yang menyenangkan dan bermanfaat. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk tidak mencoba bercocok tanam, meskipun dengan keterbatasan lahan dan alat.
