Bolehkah Makan Sebelum Shalat Idul Adha? Ini Penjelasan Ulama dan Sunnah Rasulullah

Hukum Makan sebelum Shalat Idul Adha
Hukum Makan sebelum Shalat Idul Adha Source : Pinterest
0 Komentar

RADARIREBON.TV – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, banyak umat Muslim mulai mencari informasi mengenai adab dan sunnah sebelum melaksanakan shalat Id. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah: apakah boleh makan sebelum shalat Idul Adha?

Pertanyaan ini cukup menarik karena praktik saat Idul Adha berbeda dengan Eid al-Fitr atau Idul Fitri. Jika pada Idul Fitri umat Muslim dianjurkan makan terlebih dahulu sebelum shalat, maka pada Eid al-Adha terdapat anjuran berbeda yang dicontohkan Rasulullah ﷺ.

Secara umum, para ulama sepakat bahwa makan sebelum shalat Idul Adha hukumnya boleh dan tidak haram. Namun, tindakan tersebut dinilai tidak sesuai dengan sunnah utama yang dicontohkan Nabi Muhammad ﷺ.

Baca Juga:Wisata Kuningan Di Libur Idul Adha – VideoPersiapan Peternak Jelang Iduladha – Video

Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ tidak makan sebelum melaksanakan shalat Idul Adha dan baru makan setelah pulang dari tempat shalat. Biasanya beliau makan dari daging hewan kurban setelah penyembelihan dilakukan.

Tradisi tersebut kemudian menjadi sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam hingga saat ini.

Sementara pada Idul Fitri, Rasulullah ﷺ justru dianjurkan makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat sebagai tanda berakhirnya ibadah puasa Ramadan.

Perbedaan praktik tersebut dijelaskan oleh banyak ulama klasik dalam kitab-kitab fiqih Islam.

Ibn Rushd dalam kitab Bidayatul Mujtahid menjelaskan adanya kesepakatan ulama mengenai sunnah menahan makan sebelum shalat Idul Adha.

Hal serupa juga dijelaskan Ibn Qudamah dalam kitab Al-Mughni yang menegaskan bahwa anjuran terbaik adalah makan setelah selesai shalat Id.

Meski demikian, terdapat sedikit perbedaan pandangan di antara mazhab-mazhab Islam.

Mazhab Hanbali menilai sunnah tidak makan sebelum shalat lebih ditekankan bagi orang yang akan berkurban. Sedangkan bagi yang tidak berkurban, diperbolehkan makan sebelum shalat.

Baca Juga:Saat Dunia Cemas, Stok Pangan RI Aman dan BerlebihTanpa Real Madrid, Ronaldo Cs Tetap Siap Bikin GBK Bergemuruh

Sementara Mazhab Syafi’i berpandangan bahwa anjuran tidak makan berlaku secara umum bagi seluruh umat Muslim yang akan melaksanakan shalat Idul Adha.

Di sisi lain, Islam juga memberikan kemudahan dalam kondisi tertentu. Orang yang sakit, memiliki masalah kesehatan, rasa lapar berlebihan, atau kebutuhan mendesak tetap diperbolehkan makan sebelum shalat tanpa mendapatkan dosa.

0 Komentar