RADARCIREBON.TV- Debut kiper baru Persija Jakarta, Cyrus Margono, benar-benar jadi momen yang campur aduk. Di satu sisi, ini adalah kesempatan yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh banyak suporter. Tapi di sisi lain, laga perdananya justru berakhir cukup pahit setelah kebobolan tiga gol saat melawan Bhayangkara FC.
Buat yang belum terlalu familiar, Cyrus Margono ini bukan kiper sembarangan. Dia lahir di Amerika Serikat, tapi punya status sebagai warga negara Indonesia.
Persija merekrutnya pada bursa transfer Januari lalu dengan harapan bisa jadi investasi jangka panjang di bawah mistar gawang. Usianya masih 24 tahun, tergolong muda untuk ukuran kiper, dan punya pengalaman main di Eropa yang cukup menjanjikan.
Baca Juga:Wajib Tahu! Ini Daftar Operasi yang Ditanggung dan Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Jangan Sampai Salah!Cek Sekarang! Update Daftar Harga BBM Pertamina Dex April 2026 dari Jawa hingga Papua
Sebelum gabung ke Persija, Margono sempat jadi kiper utama di Panathinaikos B di Yunani dan juga bermain di Dukagjini, klub asal Kosovo. Jadi secara pengalaman, sebenarnya dia nggak bisa dianggap remeh. Makanya, nggak sedikit fans Persija yang penasaran dan ingin melihat langsung aksinya di kompetisi resmi.
Apalagi kondisi kiper Persija saat ini juga jadi sorotan. Andritany Ardhiyasa yang sudah jadi andalan selama bertahun-tahun, performanya belakangan dianggap kurang konsisten.
Sementara Carlos Eduardo yang juga jadi opsi lain, malah nggak masuk skuad di pertandingan ini. Kesempatan pun akhirnya datang ke Margono.
Pada laga pekan ke-26 Super League, Minggu (5/4/2026), Persija bertandang ke markas Bhayangkara FC. Pelatih Mauricio Souza akhirnya menurunkan Margono sebagai starter, sementara Andritany hanya duduk di bangku cadangan.
Sayangnya, debut ini nggak berjalan sesuai harapan. Persija harus menelan kekalahan 3-2 dalam pertandingan yang juga diwarnai kartu merah untuk Jordi Amat. Tiga gol yang bersarang ke gawang Persija jadi semacam “wake up call” buat Margono bahwa bermain di Liga Indonesia juga punya tantangan tersendiri.
Kalau dilihat dari jalannya pertandingan, gol pertama sebenarnya cukup disayangkan. Margono terlihat kurang sigap di tiang dekat saat menghadapi penyelesaian jarak dekat dari Moussa Sidibe. Situasi seperti ini biasanya butuh refleks cepat, tapi kali ini dia terlihat sedikit terlambat membaca arah bola.
