Sementara itu di Bumi, situasinya beda lagi. Tim pemantau pasti deg-degan nunggu sinyal balik. Salah satu yang ikut memantau adalah stasiun bumi di Goonhilly, Inggris. Mereka bertugas melacak posisi Orion dan memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.
Menurut kepala teknologinya, momen saat pesawat “menghilang” di balik Bulan itu selalu bikin tegang. Tapi begitu sinyal muncul lagi, rasanya langsung lega banget.
Ke depan, kondisi seperti ini sebenarnya lagi diusahakan supaya nggak terjadi lagi. Soalnya, rencana eksplorasi ke Bulan makin serius, bahkan ada wacana bikin pangkalan di sana. Kalau komunikasi sering putus, tentu bakal jadi masalah.
Baca Juga:Wajib Tahu! Ini Daftar Operasi yang Ditanggung dan Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Jangan Sampai Salah!Cek Sekarang! Update Daftar Harga BBM Pertamina Dex April 2026 dari Jawa hingga Papua
Makanya, beberapa proyek lagi dikembangkan, salah satunya program “Moonlight” dari Badan Antariksa Eropa. Tujuannya untuk bikin jaringan satelit di sekitar Bulan, supaya komunikasi bisa tetap nyambung 24 jam, bahkan di sisi yang selama ini “gelap” dari jangkauan Bumi.
Meski begitu, untuk misi Artemis II ini, momen tanpa komunikasi tetap akan terjadi. Tapi bukannya jadi hambatan, justru bakal dimanfaatkan para astronot untuk fokus ke tugas mereka. Mulai dari mengamati permukaan Bulan sampai mengambil gambar untuk penelitian.
Dan saat pesawat akhirnya keluar dari balik Bulan dan sinyal kembali tersambung, itu pasti jadi momen yang ditunggu-tunggu. Bukan cuma oleh tim NASA, tapi juga oleh banyak orang di seluruh dunia.
Karena di balik keheningan 40 menit itu, ada langkah besar manusia untuk kembali menjelajahi Bulan.
