RADARCIREBON.TV- Rencana besar lagi disiapkan pemerintah buat bantu pelaku UMKM di Indonesia naik kelas. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, baru-baru ini mengungkap ide yang cukup ambisius, yaitu mengubah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi bank khusus UMKM.
PNM yang selama ini berada di bawah BPI Danantara rencananya akan diambil alih dan dikelola sebagai badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan.
Berdasarkan dari berbagai sumber, nantinya lembaga ini bakal ditransformasi jadi bank yang fokus banget untuk pembiayaan usaha kecil dan menengah, terutama lewat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Baca Juga:Wajib Tahu! Ini Daftar Operasi yang Ditanggung dan Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Jangan Sampai Salah!Cek Sekarang! Update Daftar Harga BBM Pertamina Dex April 2026 dari Jawa hingga Papua
Menurut Purbaya, langkah ini bukan tanpa alasan. Selama ini, pemerintah sebenarnya sudah menggelontorkan dana KUR dalam jumlah besar, bahkan bisa mencapai Rp40 triliun setiap tahun.
Tapi kenyataannya, masih banyak UMKM yang belum benar-benar berkembang signifikan. Bahkan, nggak sedikit juga yang mengeluh kalau akses KUR itu susah dan yang dapat justru “itu-itu aja”.
Masalah lainnya, pemerintah juga harus menanggung bunga cukup besar dari penyaluran KUR melalui bank-bank. Angkanya bahkan disebut bisa sampai 18%. Kalau dihitung-hitung, dana yang keluar tiap tahun cukup besar dan dianggap kurang efisien.
Nah, lewat rencana ini, skemanya bakal diubah. Dana Rp40 triliun yang biasanya disalurkan lewat bank, nantinya akan dijadikan dana bergulir langsung melalui bank UMKM tersebut. Jadi bukan “habis” setiap tahun, tapi diputar terus supaya manfaatnya bisa lebih maksimal dan berkelanjutan.
“Jadi anggaran saya enggak bertambah tapi dia pinjamkan sebagai dana bergulir dengan bunga murah, jadi Rp 40 triliunnya enggak hilang,” kata Purbaya.
Menariknya lagi, rencana ini nggak cuma soal pinjaman modal. Pemerintah juga ingin membangun ekosistem UMKM yang lebih lengkap dan terintegrasi. Jadi, pelaku usaha nggak cuma dikasih dana, tapi juga bakal dapat pendampingan, pelatihan, bantuan pemasaran, sampai penjaminan kredit.
Dengan kata lain, UMKM bakal “diurus dari hulu ke hilir”. Harapannya, mereka nggak cuma bertahan, tapi benar-benar bisa berkembang dan naik kelas.
Baca Juga:Update Loker Cirebon April 2026! Puluhan Perusahaan Buka Lowongan, Fresh Graduate Bisa DaftarJangan Sampai Ketinggalan! Ini Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026 dari Latihan hingga Race
“Kalau saya injek ke situ 4 tahun, 5 tahun berturut-turut, dia sudah jadi satu bank yang punya modal Rp 200 triliun, itu sudah bank besar. Nanti setelah itu kita akan ubah menjadi bank UMKM dan kita bangun juga ekosistem yang mendukung UMKM secara terintegrasi ada penasihatnya, pelatihannya, pemasarannya, penjamin kreditnya, dan lain-lain,” tutur Purbaya.
