Bahlil Pastikan Stok LPG Aman, Impor Dialihkan dari Timur Tengah Akibat Konflik Global

Bahlil Pastikan Stok LPG Aman
Bahlil Pastikan Stok LPG Aman Foto : Pinterest
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan liquefied petroleum gas (LPG) nasional tetap aman di tengah gejolak kawasan Timur Tengah.

Pemerintah, kata Bahlil, telah mengambil langkah antisipatif dengan mengalihkan sumber impor LPG dari kawasan Timur Tengah ke sejumlah negara lain.

“LPG sampai dengan sekarang insya Allah tetap aman, karena pasokan dari Middle East sudah kita alihkan ke negara lain seperti Amerika dan Australia,” ujar Bahlil, Senin (6/4).

Dampak Konflik Global ke Pasokan Energi

Baca Juga:LPG Mahal Terus? Pemerintah Lagi Cari "Harta Karun" Gas di Tanah Sendiri!Distribusi Gas LPG 3 Kg Mulai Terhambat – Video

Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi global, terutama jalur distribusi strategis seperti Selat Hormuz.

Sebagai salah satu jalur utama pengiriman energi dunia, gangguan di wilayah tersebut dapat berdampak langsung terhadap ketersediaan dan harga energi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Diversifikasi Impor Jadi Strategi Utama

Bahlil menjelaskan, skema pengalihan impor ini bukan pertama kali dilakukan. Sebelumnya, pemerintah juga telah menerapkan langkah serupa untuk impor minyak mentah (crude oil).

Pasokan yang sebelumnya bergantung pada kawasan Timur Tengah kini mulai dialihkan ke sejumlah negara di Afrika seperti Angola dan Nigeria.

Menurutnya, diversifikasi sumber energi menjadi kunci dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.

Opsi Impor dari Rusia Masih Dikaji

Selain LPG dan crude oil, pemerintah juga tengah mempertimbangkan pengalihan impor bahan bakar minyak (BBM) ke negara lain yang tidak bergantung pada jalur Timur Tengah, termasuk Rusia.

Namun hingga kini, keputusan tersebut masih dalam tahap kajian.

“Kalau sudah final, nanti kami sampaikan,” kata Bahlil.

Pemerintah Prioritaskan Ketersediaan Energi

Bahlil menegaskan, dalam situasi global saat ini, pemerintah tidak berada dalam posisi untuk memilih sumber impor secara selektif.

Prioritas utama adalah memastikan kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi.

Baca Juga:Artemis II Resmi Diluncurkan, NASA Kirim Astronot Kembali ke Orbit Bulan Setelah 50 TahunHunting Kuliner di Cirebon, Deretan Tempat Jajan Enak yang Lagi Ramai

“Kita harus menjamin ketersediaan BBM. Dari negara mana saja yang penting ada,” tegasnya.

0 Komentar