Harga Plastik Naik Imbas Perang, Zulhas: Beras Tak Akan Naik

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan Foto : @zul.hasan
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan harga beras di dalam negeri tetap stabil meskipun terjadi gejolak global akibat konflik di Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kenaikan harga beras dalam waktu dekat.

Saat ini, pemerintah masih mempertahankan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras, yakni Rp 13.500 per kilogram untuk beras medium dan Rp 14.900 per kilogram untuk beras premium. Menurut Zulhas, stok beras nasional dalam kondisi aman sehingga tidak ada alasan untuk melakukan penyesuaian harga.

“Nggak ada kenaikan, aman. Beras aman, tidak ada kenaikan apa pun,” ujarnya saat ditemui di kantor Kemenko Pangan, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga:Harga Plastik Naik, Industri Beralih ke Bahan Baku AlternatifHarga Plastik Naik 50% Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Mulai Tertekan

Meski demikian, Zulhas mengakui bahwa konflik internasional, khususnya yang melibatkan kawasan Timur Tengah, memberikan dampak terhadap sejumlah komoditas lain. Salah satu yang paling terasa adalah kenaikan harga plastik yang digunakan dalam berbagai kebutuhan industri, termasuk sektor pangan.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku plastik seperti naphta yang sebagian besar berasal dari Timur Tengah. Ketika konflik terjadi dan jalur distribusi terganggu, harga bahan baku tersebut ikut melonjak dan berdampak pada produk turunannya.

Dampak nyata dari kondisi ini mulai dirasakan di lapangan. Zulhas mengungkapkan adanya laporan dari Kalimantan Barat terkait kelangkaan karung untuk menyimpan gabah. Karung tersebut umumnya terbuat dari plastik, sehingga kenaikan harga dan gangguan pasokan plastik turut menghambat proses distribusi hasil panen.

“Memang ada beberapa dampak yang terasa, misalnya plastik itu luar biasa naiknya. Bahkan ada laporan dari Kalimantan Barat, mau beli gabah tapi karungnya tidak ada karena berbahan plastik,” jelasnya.

Selain persoalan bahan baku, kondisi geopolitik juga menyebabkan terganggunya rantai logistik global. Zulhas menyebutkan bahwa waktu pengiriman barang yang biasanya memakan waktu sekitar 30 hari kini bisa mencapai hingga 60 hari. Hal ini tentu berdampak pada ketersediaan barang dan biaya distribusi.

Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, pemerintah optimistis kondisi pangan nasional tetap terjaga. Zulhas menilai Indonesia saat ini lebih siap menghadapi tekanan global dibandingkan dengan negara lain, terutama berkat berbagai kebijakan strategis yang telah diterapkan.

0 Komentar