Langkah diversifikasi ini menjadi penting mengingat hampir semua negara saat ini berlomba untuk mengamankan pasokan bahan baku mereka masing masing. Persaingan global yang semakin ketat membuat akses terhadap feedstock menjadi semakin terbatas.
Sementara itu, analisis dari Center of Reform on Economics menilai bahwa tekanan yang terjadi pada industri plastik berpotensi tidak hanya bersifat sementara. Strategic Research Manager CORE, Yusuf Rendy Manilet, menyebut bahwa durasi konflik global akan menjadi faktor penentu utama.
Menurutnya, selama konflik masih berkaitan dengan kepentingan strategis seperti tekanan politik atau perubahan rezim, maka kemungkinan besar dampaknya akan berlangsung dalam jangka panjang. Hal ini berarti industri harus bersiap menghadapi tekanan yang lebih struktural, bukan sekadar gejolak sementara.
Baca Juga:Harga Plastik Naik 50% Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Mulai TertekanHarga Plastik Naik Signifikan, Ini Penyebab dan Dampaknya ke Pelaku Usaha
Dalam jangka pendek, Yusuf menilai pemerintah masih memiliki ruang untuk merespons melalui kebijakan yang fleksibel. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain pemberian insentif fiskal yang tepat sasaran, seperti subsidi energi untuk industri kecil dan menengah, insentif pajak bagi perusahaan yang berinvestasi dalam efisiensi energi, serta kemudahan akses pembiayaan untuk menjaga arus kas.
Namun, untuk jangka panjang, solusi yang lebih fundamental diperlukan. Ia menekankan pentingnya penguatan industri dalam negeri guna mengurangi ketergantungan terhadap impor. Pengembangan sektor petrokimia berbasis gas domestik, hilirisasi kelapa sawit menjadi oleokimia, serta pemanfaatan sumber daya mineral untuk industri kimia lanjutan dinilai sebagai langkah strategis.
Selain itu, pembangunan kawasan industri yang terintegrasi juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing produk dalam negeri agar mampu bersaing dengan produk impor.
Dengan berbagai tantangan yang ada, industri plastik nasional dituntut untuk lebih adaptif dan inovatif dalam menghadapi perubahan. Diversifikasi bahan baku bukan hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga bagian dari strategi besar untuk memperkuat ketahanan industri di masa depan.
