RADARCIREBON.TV- Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) resmi memulai babak baru dalam eksplorasi ruang angkasa.
Roket Space Launch System (SLS) yang membawa kapsul Orion dalam misi Artemis 2 berhasil meluncur mulus dari Pad 39B Kennedy Space Center, Florida, pada Rabu (1/4/2026) malam waktu setempat.
Peluncuran ini menandai momen bersejarah sebagai misi berawak pertama ke Bulan dalam lebih dari lima dekade sejak berakhirnya program Apollo pada tahun 1972.
Baca Juga:Harga emas Antam hari ini naik Rp19.000 menjadi Rp2,850 juta/gramHasil Bhayangkara FC vs Persija: Debut Cyrus Margono Berakhir Pahit dengan 3 Gol
Meski tidak mendarat di permukaan, misi ini menjadi uji coba krusial sebelum manusia benar-benar menapakkan kaki kembali di kutub selatan Bulan pada misi mendatang.
Menguji Batas Teknologi Orion
Misi Artemis 2 dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih 10 hari. Fokus utama dari perjalanan ini adalah menguji sistem pendukung kehidupan (life support system) pada kapsul Orion saat membawa manusia di lingkungan ruang angkasa yang ekstrem.
Berbeda dengan Artemis 1 yang merupakan uji coba tanpa awak, kali ini empat astronot akan melakukan manuver manual di orbit Bumi sebelum akhirnya didorong oleh Interim Cryogenic Propulsion Stage (ICPS) menuju lintasan bebas mengelilingi Bulan.
Komposisi Kru yang Bersejarah
Keberhasilan peluncuran ini juga membawa pesan inklusivitas dalam sains. Empat astronot yang bertugas adalah:
- Reid Wiseman (Komandan): Veteran NASA yang memimpin navigasi misi.
- Victor Glover (Pilot): Orang kulit berwarna pertama yang dikirim dalam misi lunar.
- Christina Koch (Mission Specialist): Wanita pertama yang melakukan perjalanan ke orbit Bulan.
- Jeremy Hansen (Mission Specialist): Astronot asal Kanada yang menandai kolaborasi internasional dalam program ini.
Selama perjalanan menuju sisi jauh Bulan, para kru akan menempuh jarak sekitar 10.300 kilometer melampaui permukaan Bulan sebelum gravitasi alami satelit Bumi tersebut menarik mereka kembali menuju Bumi.
Fondasi Menuju Artemis 3
Keberhasilan fase peluncuran Artemis 2 merupakan lampu hijau bagi NASA dan mitranya untuk mempercepat persiapan Artemis 3.
Jika seluruh sistem navigasi, komunikasi, dan perisai panas Orion terbukti aman dalam misi ini, pendaratan manusia di permukaan Bulan kemungkinan besar akan dilakukan dalam dua tahun ke depan.
Baca Juga:Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini Selasa 7 April 2026, Cek Pertamax hingga PertaliteLive Streaming Timnas vs Malaysia Piala AFF Futsal 2026 di MNCTV
Data yang dikumpulkan selama 10 hari ke depan akan menjadi referensi vital. Para ahli di pusat kendali misi (Mission Control) di Houston akan memantau secara real-time bagaimana radiasi ruang angkasa berdampak pada kru dan efisiensi konsumsi daya pada kapsul Orion.
