Trump Belum Setujui Gencatan Senjata 45 Hari, Ketegangan AS–Iran Masih Memanas

Trump Belum Setujui Gencatan Senjata 45 HarI
Trump Belum Setujui Gencatan Senjata 45 HarI Foto : Pinterest
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih belum mereda. Presiden Donald Trump disebut belum menyetujui proposal gencatan senjata selama 45 hari yang diajukan oleh para mediator internasional.

Sejumlah laporan media di AS menyebutkan bahwa proposal tersebut sebenarnya telah diterima oleh pihak Washington. Namun hingga kini belum ada persetujuan resmi dari Trump.

Seorang pejabat Gedung Putih kepada AFP menyatakan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap pertimbangan.

Baca Juga:PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Kompak Serang Iran, Ledakan Guncang Teheran!Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei Gugur Diserangan Pertama Amerika dan Israel

“Ini adalah salah satu dari banyak ide, dan POTUS belum menyetujuinya. Operasi Epic Fury terus berlanjut,” ujar pejabat tersebut.

Upaya Mediasi Masih Berlangsung

Negosiasi gencatan senjata dilaporkan melibatkan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah sebagai mediator. Laporan Axios menyebutkan pembicaraan tersebut bertujuan membuka jalan menuju penghentian konflik secara permanen.

Berdasarkan informasi dari beberapa sumber di AS, Israel, dan negara terkait, kesepakatan yang sedang dirancang terdiri dari dua tahap.

Tahap pertama berupa gencatan senjata selama 45 hari. Dalam periode itu, kedua pihak akan melanjutkan negosiasi guna mencapai perdamaian jangka panjang.

Selat Hormuz Jadi Titik Panas

Ketegangan meningkat setelah Iran menutup akses Selat Hormuz sejak konflik dengan AS dan Israel pecah pada 28 Februari lalu.

Langkah tersebut memicu reaksi keras dari Trump. Ia bahkan mengeluarkan ultimatum agar Iran segera membuka jalur tersebut.

Dalam pernyataan terbarunya, Trump mengancam akan melakukan serangan terhadap infrastruktur penting di Iran jika tuntutannya tidak dipenuhi dalam waktu 48 jam.

Ancaman Serangan dan Dampak Global

Baca Juga:Artemis II Resmi Diluncurkan, NASA Kirim Astronot Kembali ke Orbit Bulan Setelah 50 TahunHunting Kuliner di Cirebon, Deretan Tempat Jajan Enak yang Lagi Ramai

Trump menyebut kemungkinan serangan akan menyasar fasilitas publik seperti pembangkit listrik dan jembatan. Pernyataan keras itu disampaikan melalui platform media sosial miliknya.

Di sisi lain, AS masih menahan diri untuk tidak menyerang fasilitas energi Iran karena dikhawatirkan akan memicu dampak besar terhadap ekonomi global.

Penutupan Selat Hormuz sendiri telah menyebabkan lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara dalam beberapa pekan terakhir. Jalur tersebut diketahui merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia.

0 Komentar