Uji Coba Sekolah 5 Hari Di SDN Sadagori 1 – Video

Uji Coba Sekolah 5 Hari Di SDN Sadagori 1
0 Komentar

Penerapan sekolah lima hari bagi sekolah dasar, mulai diuji coba di SDN Sadagori 1. Pihak sekolah melakukan penyesuaian jadwal belajar berdasarkan kurikulum, serta memastikan kesiapan guru, siswa, dan orang tua agar kebijakan ini berjalan efektif.

Penerapan sistem sekolah lima hari di Sekolah Dasar Negeri Sadagori 1, diawali dengan pembenahan kurikulum sebagai dasar penyusunan jadwal kegiatan belajar mengajar. Setelah itu, pihak sekolah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memastikan skema yang diterapkan sesuai aturan.

Dalam skema baru ini, pengaturan waktu belajar dibedakan berdasarkan jenjang kelas. Untuk siswa kelas 1 dan 2, waktu makan dilakukan saat istirahat pertama sekitar pukul 09.20 WIB. Sementara siswa kelas 3 hingga 6 memiliki dua kali waktu istirahat, dengan istirahat kedua dimanfaatkan untuk makan siang sekaligus istirahat, salat, dan makan, isoma.

Baca Juga:Sanggar Intan Ayu Manfaatkan Ruang Kreasi untuk Latihan Tari – VideoWarga Tolak TPS di Depan Perumahan – Video

Sekolah juga mengatur ulang jadwal ekstrakurikuler yang sebelumnya dilaksanakan di hari Sabtu, kini dipindahkan ke hari aktif sekolah. Kepala sekolah memastikan kesiapan tenaga pendidik menjadi prioritas utama, seluruh guru telah menyatakan kesanggupan menjalankan sistem lima hari sekolah melalui surat pernyataan resmi.

Tak hanya itu, sosialisasi juga dilakukan kepada orang tua dan komite sekolah. Penyesuaian turut dilakukan bagi siswa yang mengikuti kegiatan keagamaan di luar sekolah, agar tetap dapat berjalan tanpa terganggu jadwal baru.

Sementara itu, salah satu guru di SDN Sadagori mengaku mendukung kebijakan ini karena dinilai memberikan waktu yang lebih longgar untuk mempersiapkan materi pembelajaran, serta menambahkan metode belajar dengan pendekatan bermain, agar anak tidak jenuh pada saat belajar.

Melalui komite sekolah, wali murid turut memberikan respons positif. Mereka menilai kebijakan ini memberi kesempatan lebih banyak untuk berkumpul bersama keluarga, terutama di akhir pekan. Orang tua juga merasa terbantu karena aktivitas anak menjadi lebih terstruktur, termasuk kegiatan belajar, ibadah, hingga waktu istirahat.

Uji coba ini akan berlangsung selama satu bulan, sebelum dilakukan evaluasi dan kemungkinan revisi. Indikator keberhasilan diantaranya adalah kenyamanan siswa, semangat guru dalam mengajar, serta optimalnya waktu istirahat dan kebersamaan keluarga.

0 Komentar