Breakingnews! Harga Minyak Jatuh Lebih dari US$14 dalam Sehari, Kini di Bawah US$100

foto
Ilustrasi kilang minyak. (FREEPIK)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Harga minyak dunia lagi bikin kaget banyak orang. Di perdagangan Rabu pagi, 8 April 2026 waktu Indonesia, harganya tiba-tiba ambles cukup dalam sampai turun lagi ke bawah angka psikologis US$100 per barel. Buat yang ngikutin pasar energi, ini jelas perubahan yang cukup drastis dalam waktu singkat.

Berdasarkan data dari Refinitiv, sampai sekitar pukul 09.40 WIB, harga minyak jenis Brent ada di level US$95,22 per barel.

Sementara itu, minyak jenis WTI juga nggak jauh beda, berada di angka US$96,39 per barel. Kedua acuan utama ini sama-sama turun tajam dalam waktu kurang dari sehari.

Baca Juga:Harga Air Minum Kemasan Plastik Mulai Naik! UMKM Terancam Gara-Gara Plastik LangkaTimnas Indonesia Siap Tampil di FIFA Matchday Juni 2026, Satu Lawan Sudah Didapat!

Kalau dibandingkan dengan posisi sehari sebelumnya, penurunan ini terasa banget kontrasnya. Pada Selasa, 7 April 2026, harga Brent masih bertengger di US$109,27 per barel, sedangkan WTI bahkan sempat menyentuh US$112,95 per barel.

Artinya, dalam waktu kurang dari 24 jam, harga minyak terkoreksi lebih dari US$14 per barel. Cepat banget turunnya.

Padahal sebelumnya, tren harga minyak sempat naik cukup kuat sejak akhir Maret. Bahkan pada 31 Maret lalu, Brent sempat menyentuh level US$118,35 per barel.

Sepanjang awal April, harganya juga masih stabil di atas US$109. Tapi sekarang? Semua kenaikan itu seolah “lenyap” dalam satu fase koreksi yang cukup cepat dan tajam.

Nah, penyebab utama dari anjloknya harga ini ternyata datang dari faktor geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Salah satu pemicunya adalah keputusan dari Donald Trump yang menyetujui penghentian serangan terhadap Iran selama dua minggu. Keputusan ini cukup signifikan karena sebelumnya situasi di kawasan tersebut sempat memanas.

Nggak cuma itu, Iran juga dikabarkan berkomitmen untuk membuka jalur aman di Selat Hormuz. Jalur ini penting banget karena sekitar 20% suplai minyak dunia lewat sini. Jadi, kalau ada gangguan sedikit saja, dampaknya bisa langsung terasa ke harga minyak global.

Baca Juga:Terbaru! Top Skor Liga Champions 2026 Memanas! Mbappé Terancam Disalip KaneKabar Terbaru! Bantuan Langsung Tunai (BLT Kesra) Resmi Berakhir, Ini Bansos yang Masih Cair di 2026

Makanya, begitu ada kabar jalur ini bakal aman lagi, pasar langsung bereaksi cepat. Sebelumnya, harga minyak sempat naik tinggi karena kekhawatiran soal pasokan.

Tapi begitu risiko itu berkurang, “premi risiko” yang selama ini bikin harga naik langsung hilang. Bahkan, kontrak minyak sempat jatuh lebih dari 15% di perdagangan internasional setelah kabar gencatan senjata muncul.

0 Komentar