Duel Sengit BYD Atto 1 vs Honda Brio! Siapa Paling Irit dalam 5 Tahun? Ini Fakta Nyata

Byd Atto 1 vs Honda Brio
BYD Atto 1 sebagai mobil listrik entry-level diperkirakan dijual di kisaran Rp190 juta hingga Rp210 juta, tergantung varian dan insentif yang berlaku. Foto: byd_indonesia/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Persaingan mobil entry-level di Indonesia semakin menarik seiring masuknya kendaraan listrik ke segmen harga terjangkau.

Jika sebelumnya pasar didominasi mobil bensin seperti Honda Brio, kini hadir alternatif baru dari pabrikan Tiongkok melalui BYD Atto 1. Kehadiran mobil listrik ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan konsumen: apakah mobil listrik benar-benar lebih hemat dibanding mobil bensin dalam jangka panjang?

Harga Awal: Brio Masih Lebih Ramah Kantong

Dari sisi harga pembelian, Honda Brio masih menjadi pilihan paling terjangkau. Berdasarkan data dari beberapa marketplace otomotif dan laporan dealer resmi, harga Brio varian terendah berada di kisaran Rp165 juta hingga Rp180 juta.

Baca Juga:Gerah Bikin Susah Tidur? Ini Rekomendasi AC Murah, Dingin Maksimal, dan Hemat Listrik dan NyamanMisi Juara 2026: Berapa Poin Lagi yang Dibutuhkan Persib Bandung untuk Mengunci Gelar BRI Super League?

Sementara itu, BYD Atto 1 sebagai mobil listrik entry-level diperkirakan dijual di kisaran Rp190 juta hingga Rp210 juta, tergantung varian dan insentif yang berlaku. Data ini sejalan dengan tren harga kendaraan listrik murah yang dilaporkan oleh berbagai media otomotif Asia dan Indonesia.

Artinya, ada selisih sekitar Rp20-40 juta. Menurut analis pasar dari beberapa laporan industri otomotif Asia Tenggara, selisih ini masih menjadi hambatan utama adopsi EV di segmen pemula.

Biaya Energi: Listrik Jauh Lebih Murah dari BBM

Menurut data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan laporan tarif listrik nasional, biaya pengisian mobil listrik berkisar Rp1.400-Rp2.500 per kWh.

Jika dikalkulasikan, biaya penggunaan mobil listrik seperti BYD Atto 1 bisa berada di kisaran Rp200-Rp400 per km. Bandingkan dengan mobil bensin seperti Honda Brio yang, berdasarkan konsumsi rata-rata 1:15-1:20 km/liter dan harga BBM Rp10.000-Rp14.000 per liter, menghasilkan biaya sekitar Rp700-Rp1.000 per km.

Sejumlah studi dari lembaga energi global seperti International Energy Agency juga menegaskan bahwa kendaraan listrik memiliki biaya operasional hingga 50% lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar fosil.

•Biaya Perawatan: EV Lebih Minim Komponen

Dari sisi perawatan, mobil listrik kembali unggul. Berdasarkan laporan dari berbagai produsen otomotif dan studi industri, kendaraan listrik memiliki hingga 30-40% lebih sedikit komponen bergerak dibanding mobil bensin.

0 Komentar