RADARCIREBON.TV- Isu soal pengadaan motor listrik untuk operasional program pemerintah sempat ramai banget dibahas di media sosial. Banyak yang mempertanyakan, sebenarnya anggaran buat beli motor ini dari mana sih? Nah, hal ini langsung ditanggapi oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Beliau mengaku langsung turun tangan dengan menemui Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, untuk memastikan kejelasan soal anggaran yang dipakai buat pengadaan motor tersebut.
Dari hasil pertemuan itu, Purbaya menjelaskan kalau anggaran untuk motor listrik tersebut ternyata berasal dari tahun anggaran 2025. Jadi, bukan anggaran baru di tahun 2026. Bahkan, dana itu disebut sudah terlanjur digunakan alias sudah terserap sebagian.
Baca Juga:Breakingnews! Harga Minyak Jatuh Lebih dari US$14 dalam Sehari, Kini di Bawah US$100Update! Harga Perak Antam Melonjak Rp3.000! Kini Tembus Rp48.450 per Gram, Investor Mulai Lirik Lagi
Menurut penjelasannya, untuk tahun ini justru tidak ada lagi rencana pembelian motor listrik baru untuk program tersebut. Jadi, isu yang berkembang seolah-olah ada pengadaan besar-besaran di 2026 itu tidak benar.
Menariknya, meski anggaran tahun 2025 sudah sempat digunakan, ternyata tidak semua pengajuan disetujui. Pemerintah tetap melakukan penyaringan.
Artinya, hanya sebagian anggaran yang akhirnya direalisasikan, sementara sisanya ditolak. Sayangnya, sampai sekarang belum ada angka pasti berapa total dana yang sudah keluar untuk pembelian motor tersebut.
Di sisi lain, Dadan Hindayana juga sudah memberikan klarifikasi terkait hal ini. Ia menegaskan bahwa pengadaan motor listrik tersebut memang sudah direncanakan sejak 2025 dan tujuannya jelas, yaitu untuk mendukung mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lapangan.
“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujarnya.
Soalnya, tugas mereka ini nggak ringan. Mereka harus menjangkau berbagai daerah, termasuk wilayah yang aksesnya cukup sulit. Jadi, kendaraan operasional memang dibutuhkan agar program bisa berjalan lebih efektif.
Salah satu hal yang sempat bikin heboh adalah kabar soal jumlah motor yang disebut-sebut mencapai 70.000 unit. Tapi menurut Dadan, angka itu tidak benar. Ia meluruskan bahwa jumlah realisasi sebenarnya adalah 21.801 unit dari total pemesanan 25.000 unit di tahun 2025.
Baca Juga:Daftar Pinjol Ilegal 2026 Terbaru OJK! Hati-Hati Modus Baru, Bisa Sebar Data Pribadi & Teror KontakPiala Dunia 2026: Portugal Galau Tentukan Nasib Cristiano Ronaldo
“Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025,” tegasnya.
