RADARCIREBO.TV – Harga minyak dunia anjlok drastis pada Rabu setelah Donald Trump menyetujui penangguhan serangan terhadap Iran selama dua pekan. Kesepakatan ini dicapai dengan syarat Teheran membuka akses aman di Selat Hormuz bagi kapal-kapal internasional.
Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei tercatat turun hampir 15 persen ke level 96,32 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak Brent sebagai acuan global melemah lebih dari 13 persen ke 94,88 dolar AS per barel.
Penurunan ini berpotensi menjadi yang terburuk sejak April 2020 jika tren pelemahan berlanjut hingga penutupan perdagangan.
Gencatan Senjata Jadi Pemicu
Baca Juga:Harga Minyak Dunia Naik Gila-gilaan, Brent $109 dan WTI Melonjak 11% Hari IniArtemis II Resmi Diluncurkan, NASA Kirim Astronot Kembali ke Orbit Bulan Setelah 50 Tahun
Trump menyatakan bahwa gencatan senjata selama dua pekan akan berlaku jika Iran membuka kembali Selat Hormuz secara penuh, aman, dan tanpa hambatan. Ia juga menyebut bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan awal atas sejumlah poin penting untuk melanjutkan negosiasi.
“Hampir semua poin utama telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran. Periode dua minggu ini akan digunakan untuk merampungkan kesepakatan,” ujar Trump dalam pernyataannya.
Dari pihak Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan bahwa negaranya bersedia memberikan akses aman selama masa gencatan senjata, dengan koordinasi bersama angkatan bersenjata Iran.
Ia menegaskan bahwa operasi militer Iran juga akan dihentikan jika serangan terhadap negaranya benar-benar dihentikan.
Tekanan Deadline dan Ancaman Serangan
Kesepakatan ini tercapai hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Trump kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz. Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan menggempur infrastruktur vital Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik.
Retorika Trump bahkan sempat memicu kekhawatiran global setelah ia menyebut kemungkinan kehancuran besar jika konflik terus berlanjut.
Peran Pakistan dalam Negosiasi
Trump mengungkapkan bahwa keputusan untuk menunda serangan juga dipengaruhi oleh komunikasi dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif. Dalam pembicaraan tersebut, Pakistan meminta penundaan tenggat waktu untuk memberi ruang negosiasi lebih lanjut.
Baca Juga:Hunting Kuliner di Cirebon, Deretan Tempat Jajan Enak yang Lagi Ramai
Pakistan juga mendorong Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai langkah awal membangun kepercayaan.
Dampak Besar Selat Hormuz
