Analis pasar dari IG, Tony Sycamore, menilai perkembangan ini sebagai langkah awal yang positif. Menurutnya, pembukaan kembali Selat Hormuz berpotensi memberikan dampak stabilisasi yang lebih luas, meskipun masih terdapat sejumlah hal yang perlu dipastikan dalam proses negosiasi lanjutan.
Penurunan harga minyak ini memberikan angin segar bagi negara negara pengimpor energi, termasuk Indonesia. Harga energi yang lebih rendah berpotensi menekan biaya produksi dan distribusi, serta membantu menjaga stabilitas harga barang dan jasa.
Meski demikian, pelaku pasar tetap diminta untuk waspada terhadap perkembangan geopolitik selanjutnya. Situasi di Timur Tengah masih dinamis, dan setiap perubahan kebijakan atau eskalasi konflik dapat kembali memengaruhi harga minyak secara signifikan.
Baca Juga:Harga Plastik Naik Imbas Perang, Zulhas: Beras Tak Akan NaikSituasi Mencekam di Selat Hormuz! Kapal Pertamina Dapat Lampu Hijau dari Iran, Ini Kabar Terbarunya
Ke depan, keberlanjutan gencatan senjata dan hasil negosiasi damai akan menjadi faktor utama dalam menentukan arah pergerakan harga minyak dunia serta stabilitas pasokan energi global.
