H&M Bakal Tutup Permanen 160 Toko di 2026

Logo H&M
Logo H&M Foto : pinterest
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Perusahaan ritel fesyen global, H&M, mengumumkan rencana penutupan permanen sebanyak 160 toko di seluruh dunia sepanjang tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam memperkuat fokus pada penjualan digital serta mengoptimalkan kinerja toko fisik yang dinilai paling menguntungkan.

Kebijakan tersebut diambil seiring dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin beralih ke belanja online. Dalam beberapa tahun terakhir, H&M memang активно melakukan penyesuaian model bisnis dengan mengurangi jumlah toko fisik dan meningkatkan investasi pada platform e commerce.

Sebelumnya, perusahaan asal Swedia ini juga telah menutup sekitar 163 toko secara global. Penutupan tersebut dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menekan biaya, termasuk biaya tenaga kerja dan pemeliharaan toko.

Baca Juga:Harga Plastik Naik Imbas Perang, Zulhas: Beras Tak Akan NaikHarga Air Minum Kemasan Plastik Mulai Naik! UMKM Terancam Gara-Gara Plastik Langka

Dalam laporan kinerja keuangan kuartal pertama 2026, H&M mengakui bahwa langkah optimalisasi toko memberikan dampak negatif terhadap penjualan dalam jangka pendek. Hal ini disebabkan oleh proses penutupan dan renovasi sejumlah gerai yang masih berlangsung.

“Optimalisasi portofolio toko telah berdampak agak negatif pada penjualan kuartal I 2026 karena penutupan dan pembangunan kembali toko,” tulis manajemen H&M dalam laporan resminya.

Meski demikian, perusahaan meyakini bahwa strategi ini akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang. Dengan jumlah toko yang lebih efisien dan fokus pada lokasi strategis, H&M menargetkan peningkatan profitabilitas serta pengalaman belanja yang lebih baik bagi pelanggan.

Selain itu, pertumbuhan penjualan online menjadi faktor penting dalam transformasi bisnis H&M. Saat ini, sekitar 30 persen dari total pendapatan perusahaan berasal dari kanal digital. Angka ini menunjukkan peran signifikan e commerce dalam menopang kinerja perusahaan di tengah perubahan tren belanja global.

Pengamat industri menilai langkah yang diambil H&M merupakan bagian dari tren yang lebih luas di sektor ritel. Banyak perusahaan kini mulai mengurangi ketergantungan pada toko fisik dan beralih ke model bisnis berbasis digital.

CEO Retail Tech Media Nexus, Dominick Miserandino, menyebut bahwa perilaku konsumen telah berubah secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, pelanggan kini lebih mengutamakan nilai, kenyamanan, dan fleksibilitas dalam berbelanja.

0 Komentar