RADARCIREBON.TV – Nike resmi meluncurkan koleksi jersey untuk Piala Dunia FIFA 2026 dengan teknologi terbaru. Namun, inovasi tersebut justru menuai kritik dari para penggemar karena dianggap mengganggu tampilan.
Pada akhir Maret lalu, Nike memperkenalkan desain jersey dengan teknologi bernama Aero-FIT. Teknologi ini menggunakan metode rajutan khusus yang diklaim mampu membantu pemain tetap sejuk saat bertanding, terutama di kondisi suhu tinggi.
Inovasi tersebut langsung diuji coba saat jeda internasional terakhir. Para pemain dari berbagai tim nasional mulai mengenakan jersey anyar ini dalam sejumlah pertandingan uji coba.
Baca Juga:PSG vs Liverpool: Les Parisiens Unggul 2-0, The Reds Tertekan Jelang Leg KeduaAtletico Madrid Bungkam Barcelona 2-0 di Camp Nou, Kartu Merah Jadi Titik Balik
Namun, perhatian publik justru tertuju pada detail yang dianggap kurang estetis, yakni bagian bahu jersey. Banyak yang menilai terdapat tonjolan mencolok di sepanjang jahitan bahu yang membuat tampilan jersey terlihat aneh.
Sorotan semakin ramai ketika pemain Timnas Uruguay mengenakan jersey tersebut dalam laga persahabatan melawan Timnas Inggris. Jahitan bahu yang menonjol membuat sebagian pemain terlihat seperti karakter Shredder, yang dikenal dengan desain bahu tajam dan mencolok.
Reaksi serupa juga muncul di media sosial. Sejumlah penggemar yang telah membeli jersey tersebut mengeluhkan masalah yang sama. Salah satu pengguna bahkan menyebut bahwa bagian bahu membuat kain menggumpal, terutama bagi mereka yang memiliki postur bahu lebih lebar.
Keluhan ini menjadi perhatian serius, mengingat harga jersey tersebut berada di kisaran 100 hingga 200 dolar Amerika. Dengan harga yang cukup tinggi, para penggemar tentu berharap mendapatkan produk dengan kualitas visual yang sempurna, tidak hanya dari sisi performa.
Menanggapi kritik tersebut, Nike mengakui adanya kekurangan pada desain bagian bahu. Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari The Guardian, mereka menyebut bahwa masalah tersebut tidak memengaruhi performa, tetapi memang berdampak pada aspek estetika.
Nike juga menyatakan sedang mengevaluasi situasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk federasi sepak bola dan vendor produksi. Mereka membuka kemungkinan untuk melakukan penyesuaian desain demi memenuhi ekspektasi pasar.
Namun, langkah tersebut tidak mudah. Nike harus mempertimbangkan faktor logistik yang kompleks, mengingat waktu menuju Piala Dunia yang semakin dekat serta jumlah jersey yang sudah terlanjur diproduksi dan terjual.
