RADARCIREBON.TV – Peluang Liverpool untuk melaju ke semifinal Liga Champions masih terbuka. Namun, melihat performa dan bahasa tubuh para pemain di lapangan, optimisme terhadap kebangkitan The Reds mulai memudar.
Liverpool harus mengejar defisit dua gol setelah kalah 0-2 dari Paris Saint-Germain pada leg pertama perempat final. Pertandingan yang digelar di Parc des Princes, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB itu menunjukkan dominasi penuh dari tuan rumah.
Dua gol PSG dicetak oleh Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia. Sepanjang laga, Liverpool kesulitan mengembangkan permainan dan lebih banyak berada di bawah tekanan.
Baca Juga:PSG vs Liverpool: Les Parisiens Unggul 2-0, The Reds Tertekan Jelang Leg KeduaAtletico Madrid Bungkam Barcelona 2-0 di Camp Nou, Kartu Merah Jadi Titik Balik
Barisan belakang yang dikomandoi Virgil van Dijk tampak kewalahan menghadapi agresivitas lini serang PSG. Tidak hanya itu, lini tengah Liverpool juga gagal menjaga penguasaan bola dengan baik.
Statistik pertandingan semakin menegaskan buruknya performa The Reds. Liverpool bahkan tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran. Selain itu, mereka hanya mencatat 198 umpan sukses dengan akurasi 77 persen, angka yang tergolong rendah untuk tim sekelas mereka.
Situasi ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih Arne Slot. Bermain di Anfield pada leg kedua memang memberi keuntungan tersendiri, tetapi kondisi mental tim dinilai belum siap untuk melakukan comeback besar.
Mantan pemain Liverpool, Stephen Warnock, mengungkapkan keraguannya terhadap peluang mantan timnya tersebut. Ia menilai Liverpool saat ini sedang berada dalam fase yang sulit, terutama dari sisi kepercayaan diri.
Menurut Warnock, Liverpool memang memiliki sejarah kebangkitan luar biasa di kompetisi Eropa. Salah satu yang paling dikenang adalah saat menghadapi Barcelona di semifinal Liga Champions 2018/2019. Saat itu, Liverpool berhasil membalikkan ketertinggalan 0-3 menjadi kemenangan 4-0 di Anfield.
Selain itu, momen epik juga terjadi pada final Liga Champions UEFA 2004–2005 ketika Liverpool bangkit dari ketertinggalan tiga gol untuk akhirnya menjadi juara.
Namun, Warnock melihat kondisi tim saat ini sangat berbeda dibandingkan masa-masa tersebut. Ia menilai tidak ada indikasi kuat bahwa Liverpool mampu mengulang keajaiban serupa dalam waktu dekat.
Baca Juga:Premier League Amankan Slot 5 Wakil di Liga Champions Musim DepanLiverpool Tak Akan Pecat Arne Slot dalam Waktu Dekat, Tapi Kepercayaan Diri The Reds Disorot
Menurutnya, ekspresi dan permainan para pemain menunjukkan bahwa kepercayaan diri mereka sedang berada di titik rendah. Hal ini menjadi faktor penting yang bisa menghambat upaya kebangkitan di leg kedua.
