Motor ini juga mendukung konfigurasi baterai ganda dan sistem lepas-pasang (swap battery) untuk mempermudah operasional di lapangan tanpa perlu menunggu proses isi ulang daya. Sementara untuk meredam laju kendaraan, terpasang sistem rem cakram hidrolik ganda di depan dan belakang yang diintegrasikan dengan teknologi CBS (Combined Braking System), memberikan pengereman yang pakem di jalur menurun curam.
Risiko, Keamanan, dan Kontroversi Investigasi di Publik
Penggunaan sepeda motor listrik bertenaga masif dengan harga yang fantastis untuk armada operasional skala nasional tak pelak memunculkan sejumlah risiko keamanan dan temuan anomali berdasarkan pencarian investigatif di lapangan.
1. Polemik Harga dan Identitas Asal-Usul Desain
Investigasi publik yang ramai dibicarakan belakangan ini mengungkap kemiripan fisik yang sangat identik antara desain bodi Emmo JVX GT dengan motor listrik buatan pabrikan asal Zhejiang, China, yakni Tizhou Okla Automotive. Temuan visual ini menimbulkan sentimen publik bahwa kendaraan operasional tersebut hanyalah produk white label yang dirakit ulang untuk pasar Indonesia.
Baca Juga:Spesifikasi MGS5 EV: Mobil Listrik SUV Modern dengan Fitur Lengkap dan Harga KompetitifBuruan Cek! Harga Supra X 125 Bekas: Mulai dari Rp4 Jutaan Saja, Lihatlah Daftar Lengkapnya
Hal ini memicu gelombang kritik bahwa harga Rp56,8 juta terlalu mahal (overpriced) untuk sebuah produk rebadge, di mana nominal tersebut dinilai dapat ditekan untuk mencegah inefisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Catatan tambahan menunjukkan bahwa hak desain industri pabrikan ini baru tercatat dalam Pangkalan Data Kekayaan Intelektual pada paruh kedua tahun 2025 lalu.
2. Tantangan Keselamatan dari Torsi Liar
Dari aspek keamanan berkendara, lonjakan torsi instan yang dihasilkan dari tenaga puncak 7.000 Watt melalui sistem mid-drive memicu risiko (safety risk) yang cukup mengkhawatirkan. Praktisi dan pakar keselamatan off-road menyoroti bahwa torsi instan mesin listrik sangat berbeda dengan karakter distribusi tenaga motor bensin yang bertahap.
Jika petugas SPPG yang mengendarainya belum berpengalaman mengendalikan rasio throttle bertenaga besar, risiko kehilangan kendali kendaraan (wheelie tidak disengaja) atau roda belakang tergelincir parah di jalur tanah yang licin akan membahayakan keselamatan pengendaranya.
3. Limitasi Aktual Jarak Tempuh
Angka klaim 70 kilometer untuk satu kali pengisian daya penuh sejatinya merupakan titik limitasi utama untuk sebuah kendaraan operasional di kawasan pelosok nusantara. Membawa ratusan paket kotak makan menembus kontur jalan perbukitan akan membuat motor bekerja lebih keras, yang secara drastis akan menguras baterai dan memangkas jarak tempuh aktual menjadi jauh di bawah 70 kilometer.
