RADARCIREBON.TV – Insiden penikaman yang menewaskan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau yang dikenal sebagai Nus Kei, memicu keprihatinan mendalam dari jajaran partai. Peristiwa tragis tersebut terjadi di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun dan diduga dilakukan oleh orang tak dikenal.
Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, Umar A. Lessy, menyampaikan bahwa pihaknya meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan tindak kekerasan serius yang tidak hanya berdampak pada korban dan keluarga, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas sosial di wilayah Maluku Tenggara.
Menurut Umar, tindakan penikaman tersebut merupakan pelanggaran hukum yang tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, ia mendorong aparat keamanan untuk segera menangkap pelaku serta mengungkap motif di balik peristiwa tersebut secara transparan dan profesional. Penegakan hukum yang cepat dan akurat dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik serta mencegah munculnya spekulasi yang dapat memperkeruh situasi.
Baca Juga:Ghost in the Cell” Tembus 560 Ribu Penonton dalam Tiga Hari, Antusiasme Publik Terus MeningkatPartai Golkar Pinang KDM Jadi Cagub Jabar
Di tengah kondisi yang sensitif, Partai Golkar juga mengimbau seluruh kader, khususnya di Maluku Tenggara, agar tetap tenang dan tidak terprovokasi. Solidaritas diharapkan diwujudkan melalui sikap dewasa, menjaga persatuan, serta mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif di tengah masyarakat.
Selain itu, partai turut mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, serta elemen pemuda untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, mengingat hal tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memperluas ketegangan sosial.
Dalam pernyataannya, DPD I Golkar Maluku menegaskan komitmennya untuk terus menjunjung tinggi nilai demokrasi, perdamaian, serta supremasi hukum. Seluruh struktur partai diinstruksikan untuk memperkuat komunikasi internal dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
Sebelumnya, Agrapinus Rumatora diketahui berada di Maluku Tenggara dalam rangka persiapan musyawarah daerah (musda). Ia sempat mendapatkan penanganan medis setelah kejadian, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan. Peristiwa ini menjadi perhatian luas dan diharapkan dapat segera menemukan titik terang melalui proses hukum yang berjalan.
