Perkuat Kolaborasi Sekolah Untuk Jaga Kesehatan Mental Siswa – Video

Perkuat Kolaborasi Sekolah Untuk Jaga Kesehatan Mental Siswa
0 Komentar

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana, terus memperkuat sinergi dengan sekolah dalam menjaga kesehatan mental dan psikologis siswa. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan kapasitas guru agar mampu mendeteksi dan menangani persoalan anak sejak dini, sekaligus mencegah berbagai bentuk kekerasan di lingkungan sekolah.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana, DP3AP2KB melakukan kegiatan peningkatan kapasitas yang melibatkan guru, khususnya guru di bidang bimbingan konseling atau BK.

Kegiatan ini difokuskan pada penguatan peran sekolah dalam menjaga kesehatan jiwa siswa sejak dini. Kepala Dinas menjelaskan, anak-anak saat ini menghadapi berbagai tekanan, baik dari lingkungan sosial maupun akademik, sehingga membutuhkan pendampingan yang lebih serius dan terarah.

Baca Juga:Bupati Imron Hadiri Silaturahmi DPC PSIB Kab. Cirebon – VideoRSUD Waled Miliki Unit Transfusi Darah Yang Beroperasi 24 Jam – Video

Melalui kegiatan ini, dinas berupaya membangun jaringan yang lebih kuat dengan pihak sekolah. Tujuannya, agar setiap persoalan yang muncul dapat segera terdeteksi dan ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah konkret dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan di sekolah, mulai dari kekerasan seksual hingga kekerasan verbal. Dinas mengakui, kasus-kasus tersebut masih kerap terjadi dan bahkan muncul hampir setiap tahun.

Untuk itu, pendekatan deteksi dini dan antisipasi menjadi kunci utama, guru tidak hanya dituntut memiliki kompetensi konseling, tetapi juga memahami alur pelaporan dan penanganan kasus yang sesuai dengan standar perlindungan anak.

Dalam arahannya, Kepala Dinas menegaskan pentingnya koordinasi antara sekolah dan dinas. Guru diminta tidak menyelesaikan persoalan secara internal semata, tetapi memanfaatkan akses komunikasi dan konsultasi yang telah disediakan.

Dengan langkah ini, diharapkan penanganan kasus dapat dilakukan secara profesional, terukur, dan tidak menimbulkan dampak lanjutan bagi siswa. Ke depan, dinas berharap seluruh sekolah dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan mental siswa, sekaligus menjadi ruang yang aman dari berbagai bentuk kekerasan.

0 Komentar