RADARCIREBON.TV – Chelsea FC resmi memecat Liam Rosenior dari posisi manajer setelah serangkaian hasil buruk yang tak kunjung pulih.
Keputusan ini diumumkan pada Rabu (22/4/2026) malam WIB, sekaligus mengakhiri masa jabatan Liam Rosenior yang belum mampu mengangkat performa tim secara konsisten di musim ini.
Tekanan terhadap pelatih berusia 41 tahun tersebut memang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga:PT Matahari Department Store Tbk Resmi Berganti Nama Jadi PT MDS Retailing TbkEmas Naik Turun Drastis, Investor Serbu Harga Diskon
Lima kekalahan secara beruntun di Premier League menjadi pukulan berat bagi The Blues. Lebih mencemaskan lagi, tim sama sekali gagal mencetak gol dalam periode itu, mencerminkan tumpulnya lini serang.
Nama Alejandro Garnacho dan rekan-rekannya pun tak luput dari sorotan. Walau dihuni sejumlah pemain muda berbakat, Chelsea terlihat kesulitan merancang permainan yang efektif dan kerap kehilangan arah ketika menghadapi tekanan lawan.
Kondisi ini membuat manajemen klub merasa perlu mengambil langkah cepat demi menyelamatkan sisa musim.
Sebagai langkah lanjutan, Chelsea kini dikabarkan mengincar sosok yang tidak asing bagi publik Stamford Bridge, yakni Frank Lampard.
Eks gelandang legendaris dan mantan pelatih The Blues itu dinilai memahami kultur klub sekaligus mampu memberikan efek instan, setidaknya untuk menstabilkan ruang ganti.
Frank Lampard sebelumnya pernah membesut Chelsea dalam dua periode berbeda, termasuk sebagai pelatih interim.
Pengalamannya bekerja dengan pemain muda dan kedekatannya dengan klub menjadi nilai plus di tengah kondisi genting seperti saat ini.
Baca Juga:Barcelona Dihantui Cedera Lamine Yamal, Akhir Musim Terancam Tanpa Sang WonderkidManchester City Bertengger di Puncak Premier League, Pep Guardiola Waspadai Ancaman Kelelahan
Walau begitu, keputusan untuk kembali menunjuk Frank Lampard tentu bukan tanpa risiko.
Tantangan besar menanti, mulai dari memperbaiki produktivitas lini depan sampai mengembalikan kepercayaan diri tim yang sedang terpuruk.
Dengan musim yang kian mendekati akhir, Chelsea tak punya banyak waktu untuk berbenah, bila masih ingin menjaga peluang finis di posisi yang lebih kompetitif.
Keberhasilan Frank Lampard mengantar Coventry City promosi ke Premier League musim depan menjadi bukti nyata kapasitasnya sebagai pelatih.
Di tengah kompetisi ketat di Championship, Lampard mampu meracik tim yang solid, konsisten, dan tampil efektif dalam momen-momen krusial.
Pencapaian itu tidak cuma meningkatkan reputasinya di level manajerial, tetapi juga kembali mengangkat namanya di kalangan klub-klub besar Inggris.
