PSG Punya Cara Licik Redam Bayern: Matvey Safonov Sengaja Bidik Michael Olise Lewat Goal Kick

PSG Punya Cara Licik Redam Bayern:
PSG Punya Cara Licik Redam Bayern: Sumber img:@indo bayern
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Paris Saint-Germain menunjukkan kecerdikan taktik saat menahan agresivitas Bayern Munchen dalam duel sengit Liga Champions. Salah satu detail yang paling menarik perhatian datang dari penjaga gawang Matvey Safonov yang beberapa kali sengaja mengarahkan goal kick langsung ke area Michael Olise. Strategi itu ternyata sukses membuat Bayern kesulitan mengembangkan permainan terbaik mereka.

Pada awal laga, Bayern tampil dominan lewat pressing tinggi khas mereka. Tim asuhan Vincent Kompany mencoba memaksa PSG bermain pendek dari belakang agar bisa merebut bola di area berbahaya. Namun PSG rupanya sudah menyiapkan solusi cerdas untuk menghindari jebakan tersebut.

Alih-alih membangun serangan perlahan dari kaki ke kaki, Safonov justru berkali-kali melepaskan umpan jauh ke sisi kanan lapangan tempat Michael Olise berada. Winger lincah asal Prancis itu menjadi target utama karena punya kemampuan duel satu lawan satu yang sangat baik serta kontrol bola yang sulit dihentikan.

Baca Juga:PSG ke Final Liga Champions! Vitinha Orkestrator, Kvaratskhelia Magis, Safonov Jadi Tembok BayernKurniawan Bongkar Gaya Bermain Qatar U-17, Timnas Indonesia Diminta Waspada Serangan Cepat

Taktik ini membuat pressing Bayern menjadi tidak efektif

Ketika para pemain Bayern naik terlalu tinggi, ruang kosong di belakang mereka langsung dimanfaatkan PSG lewat bola panjang cepat. Olise beberapa kali sukses menerima bola dan memancing pelanggaran ataupun menciptakan transisi berbahaya.Keputusan PSG menargetkan Olise juga bukan tanpa alasan. Bayern diketahui memiliki kelemahan ketika harus bertahan dalam situasi transisi cepat di sisi sayap. PSG membaca celah tersebut dengan sempurna. Safonov tidak sekadar membuang bola jauh, tetapi mengirim umpan terukur yang memang diarahkan ke area tertentu agar Olise bisa memenangkan duel udara maupun second ball.

Strategi itu perlahan membuat Bayern frustrasi. Mereka tidak bisa menekan PSG secara konsisten karena selalu khawatir bola panjang akan kembali mengancam pertahanan mereka. Akibatnya garis permainan Bayern mulai menurun dan intensitas pressing mereka tidak lagi seagresif babak awal.

Selain Olise, PSG juga mendapat keuntungan besar dari pergerakan Vitinha dan Khvicha Kvaratskhelia yang rajin mencari ruang setelah bola panjang dilepaskan Safonov. Ketika Olise berhasil mengontrol bola, dua pemain tersebut langsung bergerak untuk membuka opsi serangan lanjutan. Kombinasi itu membuat lini belakang Bayern beberapa kali kehilangan bentuk pertahanan.

0 Komentar