VAR Bikin Panas Semifinal Liga Champions! Bayern Munchen dan Atletico Madrid Merasa Dirugikan

Bayern Munchen dan Atletico Madrid
Bayern Munchen dan Atletico Madrid Sumber img:@kabar_sepakbola
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Semifinal Liga Champions musim 2025/2026 menghadirkan drama luar biasa, bukan hanya soal gol dan aksi heroik para pemain, tetapi juga keputusan kontroversial dari Video Assistant Referee (VAR). Dua raksasa Eropa, Bayern Munchen dan Atletico Madrid, sama-sama merasa dirugikan karena tidak mendapatkan penalti dalam momen penting pertandingan mereka.

Kontroversi pertama

terjadi saat Bayern Munchen menghadapi Paris Saint-Germain di Allianz Arena. Dalam laga yang berlangsung ketat tersebut, Bayern tampil agresif sejak menit awal demi mengejar ketertinggalan agregat. Namun, salah satu momen yang paling ramai diperbincangkan terjadi di babak kedua ketika Jamal Musiala terjatuh di area penalti PSG usai kontak dengan bek lawan.

Para pemain Bayern langsung mengelilingi wasit sambil meminta penalti. Tayangan ulang menunjukkan adanya kontak yang cukup jelas pada kaki Musiala, tetapi wasit memilih melanjutkan pertandingan. Yang membuat publik semakin heran, VAR juga tidak merekomendasikan review di pinggir lapangan.

Baca Juga:Laga antara Aston Villa vs Nottingham Forest pada 8 Mei 2026 diprediksi akan berlangsung sengit.Misi Sulit di Allianz Arena: 5 Senjata Utama PSG untuk Redam Bayern Munchen

Keputusan itu langsung memicu kemarahan para pendukung Bayern di stadion maupun media sosial. Banyak fans menilai kontak tersebut cukup untuk menghasilkan penalti, apalagi dalam pertandingan sebesar semifinal Liga Champions. Beberapa mantan pemain dan pengamat sepak bola Eropa bahkan menyebut Bayern seharusnya mendapatkan hadiah penalti yang bisa mengubah jalannya laga.

Pelatih Bayern juga terlihat frustrasi dalam konferensi pers seusai pertandingan. Ia mengaku sulit memahami standar keputusan VAR yang dinilai tidak konsisten. Menurutnya, insiden serupa di pertandingan lain sering kali langsung dianggap pelanggaran.

Sementara itu, kontroversi lain muncul dalam duel panas antara Arsenal dan Atletico Madrid. Atletico yang membutuhkan gol tambahan untuk membalikkan keadaan merasa dirugikan ketika salah satu pemain mereka dijatuhkan di kotak penalti pada babak pertama.

Dalam tayangan ulang, terlihat adanya dorongan dan kontak fisik dari pemain bertahan Arsenal. Para pemain Atletico langsung memprotes keras, tetapi wasit kembali bergeming. VAR memang sempat melakukan pengecekan singkat, namun akhirnya pertandingan tetap dilanjutkan tanpa penalti.

Keputusan tersebut membuat Diego Simeone terlihat sangat emosional di pinggir lapangan. Pelatih asal Argentina itu bahkan beberapa kali melakukan gestur protes ke arah ofisial pertandingan. Simeone dikenal sebagai sosok yang jarang diam ketika merasa timnya dirugikan, dan kali ini emosinya benar-benar terlihat jelas.

0 Komentar