Indonesia setidaknya berhasil memperbaiki statistik tembakan ke gawang dengan satu gol yang dicetak. Namun secara keseluruhan, Jepang masih mendominasi pertandingan.
Analisis Perubahan Permainan di Babak Kedua
Expert insight dari pengamat sepak bola nasional menyebut babak kedua berjalan lebih terbuka dibandingkan babak pertama. Indonesia yang sudah tidak memiliki beban setelah tertinggal dua gol mulai berani menyerang.
Gol hiburan di menit 70 menjadi bukti bahwa Garuda Muda sebenarnya memiliki kualitas untuk membongkar pertahanan Jepang. Sayangnya, kualitas dan pengalaman Jepang masih terlalu unggul.
Baca Juga:Live Score Indonesia U-17 vs Jepang: Tertinggal 0-2 di Babak Kedua, Garuda Muda Semakin TertekanLink Live Streaming Timnas Indonesia U-17 vs Jepang Malam Ini, Garuda Incar Kemenangan
Gol balasan cepat dari Jepang di menit 71 menunjukkan betapa matangnya tim asuhan pelatih Jepang. Mereka tidak memberi kesempatan bagi lawan untuk bernafas dan langsung mematikan harapan.
Yang Bisa Dipelajari dari Laga Ini
Meskipun hampir dipastikan kalah, Timnas Indonesia U-17 bisa mengambil banyak pelajaran dari laga melawan Jepang:
Pertama, fisik dan kecepatan pemain Jepang masih menjadi pembeda utama. Indonesia harus terus meningkatkan kualitas fisik pemain sejak usia dini.
Kedua, penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah besar. Dari sekian peluang yang ada, baru satu yang berbuah gol.
Ketiga, mental bertahan saat menghadapi tekanan perlu terus dilatih. Dua gol kebobolan di babak pertama dan gol cepat di babak kedua menunjukkan kerapuhan lini belakang.
Keempat, konsistensi permainan sepanjang 90 menit masih kurang. Indonesia hanya tampil baik di beberapa momen saja.
Respon Pemain dan Pelatih
Para pemain Indonesia terlihat masih berusaha meskipun tertinggal 1-3. Mereka tidak menyerah dan terus berusaha menekan pertahanan Jepang di sisa waktu yang ada.
Baca Juga:HT! Hasil Babak Pertama Indonesia U-17 vs Jepang: Tertinggal 0-1, Garuda Muda Masih Bisa BangkitLive Score Indonesia U-17 vs Jepang U-17: Tertinggal 0-1 Babak Pertama, Garuda Muda Masih Bisa Bangkit
Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto di pinggir lapangan terus memberi instruksi. Ia ingin anak asuhnya tetap bermain dengan kepala tegak sampai peluit panjang berbunyi.
Beberapa pergantian pemain dilakukan untuk menyegarkan lini serang. Sisa waktu sekitar 20 menit harus dimanfaatkan untuk setidaknya mencetak gol kedua.
Dukungan Suporter Tetap Setia
Meskipun skor sudah 1-3, suporter Tanah Air tetap setia mendukung perjuangan Garuda Muda dari depan layar kaca. Doa dan dukungan terus mengalir melalui media sosial.
