Hilangnya Lamine Yamal karena cedera, plus absennya Raphinha dan Fermin Lopez, membuat Barcelona kehilangan variasi serangan . Pemain-pemain muda yang dimasukkan di babak kedua seperti Pedri dan Ferran Torres tidak mampu mengubah keadaan.
Kemenangan Krusial bagi Alaves
Di sisi lain, ini adalah kemenangan bersejarah bagi Deportivo Alaves. Mereka berhasil memutus rekor buruk tanpa kemenangan atas Barcelona dalam 18 pertemuan terakhir atau selama 8 tahun .
Lebih penting lagi, tiga poin ini membuat Alaves melompat dari zona degradasi (peringkat 19) ke peringkat 15 klasemen . Clean sheet yang diraih juga menjadi yang pertama bagi Alaves setelah 21 pertandingan liga tanpa kebersihan gawang .
Baca Juga:Update Klasemen Liga Inggris 2026: Selisih 2 Poin, Arsenal dan Manchester City Saling Sikut di PuncakManchester City Hajar Crystal Palace 3-0, Tekanan ke Arsenal Makin Besar
Ibrahim Diabate menjadi pahlawan kemenangan. Striker asal Pantai Gading itu memenangkan duel fisik melawan Marc Bernal sebelum melepaskan tendangan voli brilian yang tidak bisa dihentikan Szczesny .
Perbandingan Menarik Dua Raksasa
Dua pertandingan dini hari tadi menyajikan kisah yang sangat kontras antara Manchester City dan Barcelona. City keluar sebagai pemenang dengan skor telak 3-0, sementara Barcelona justru menelan kekalahan memalukan 0-1 dari tim juru kunci.
Dari segi lawan, City menghadapi Crystal Palace yang berada di papan tengah klasemen. Sementara Barcelona berhadapan dengan Alaves yang saat itu menjadi juru kunci alias tim paling buncit.
Dari sisi rotasi pemain, Pep Guardiola melakukan enam perubahan pada susunan pemain City. Sedangkan Hansi Flick melakukan rotasi lebih besar dengan delapan perubahan.
Perbedaan paling mencolok terletak pada motivasi. Manchester City masih memburu gelar dan butuh poin untuk mengejar Arsenal di puncak klasemen. Sebaliknya, Barcelona sudah menyegel gelar La Liga sehingga motivasi mereka turun drastis.
Bintang lapangan pun menjadi pembeda. Phil Foden tampil brilian dengan dua assist yang mematikan. Sementara Barcelona tidak memiliki pemain yang menonjol, terbukti dengan catatan nol tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.
Pelajaran berharga dari dua laga ini: Manchester City menunjukkan bahwa kedalaman skuad yang luar biasa bisa mengatasi rotasi pemain. Sebaliknya, Barcelona membuktikan bahwa rotasi yang berlebihan bisa berdampak buruk jika tidak diimbangi dengan motivasi yang tinggi.
