IHSG dan Berita Saham Indonesia Terbaru 16 Mei 2026: Ambruk 22% Sejak Awal Tahun, Rupiah Tembus Rekor Terlemah

Grafik pergerakan IHSG yang menunjukkan tren penurunan tajam dengan latar belakang layar Bursa Efek Indonesia
IHSG ambruk 22,25% sejak awal tahun 2026 ke level 6.723,32, sementara rupiah melemah ke rekor terlemah Rp 17.597 per dolar AS. Investor asing catat net sell Rp 1,53 triliun dalam sehari, dipicu rebalancing MSCI. Foto : Pinterest
0 Komentar

Saham dengan Net Buy Terbesar Asing

Di sisi lain, berikut saham-saham yang masih diburu asing :

  • PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) – Rp 11,95 triliun
  • PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) – Rp 438,69 miliar
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) – Rp 432,63 miliar
  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) – Rp 300,33 miliar
  • PT Timah Tbk (TINS) – Rp 102,64 miliar

Aksi Jual Orang Terkaya Indonesia Sebelum Harga Anjlok

Menariknya, sebelum harga saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) anjlok parah akibat dikeluarkan dari indeks MSCI, konglomerat Prajogo Pangestu telah melakukan aksi jual .

Prajogo melepas 1 miliar saham CUAN pada 11 Mei 2026 dengan harga transaksi Rp 1.035 per saham, mengantongi sekitar Rp 1,035 triliun. Alasan yang disampaikan adalah untuk menambah free float .

Baca Juga:10 Saham Terboncos dan Paling Cuan Pekan Ini, Tiga Di Antaranya Milik Orang Terkaya RIIHSG Dibuka Menguat ke Level 6.947, Investor Tunggu Hasil MSCI Review Mei 2026

Saham CUAN sendiri pada perdagangan 13 Mei 2026 ditutup di Rp 850, turun 95 poin atau 10,05% .

Transaksi Jumbo di Saham DPUM

Peralihan kepemilikan jumbo terjadi di saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM). PT Rama Indonesia tercatat membeli 2,47 miliar saham sehingga kepemilikannya melonjak dari nihil menjadi 59,24% .

Lo Kheng Hong juga kembali menambah portofolio sahamnya. Investor kawakan itu membeli 7,54 juta saham PT Intiland Development Tbk (DILD) dan 253,3 juta saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) .

Prediksi Pergerakan IHSG Pekan Depan

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memperkirakan IHSG berpotensi melakukan penyesuaian mengikuti pergerakan bursa global selama periode libur panjang.

“Biasanya ada catch-up terhadap pergerakan bursa global,” ujarnya .

Ketidakpastian global masih membayangi pasar, mulai dari hubungan dagang AS-China, kebijakan tarif impor, hingga ekspektasi suku bunga The Fed yang masih tinggi .

Strategi Investor di Tengah Tekanan Pasar

Chief Investment Officer Sinarmas Asset Management, Genta Wira Anjalu, menyarankan investor untuk tetap disiplin dalam alokasi aset.

“Fase koreksi justru bisa membuka peluang valuasi yang lebih menarik, terutama pada saham dengan fundamental kuat,” ujarnya .

Berikut rekomendasi strategi berdasarkan profil risiko :

  • Investor Agresif: 60%-75% saham, 15%-25% obligasi, sisanya pasar uang dan emas
  • Investor Moderat: 40%-50% saham, 30%-40% obligasi, 10%-20% aset defensif
  • Investor Konservatif: 10%-25% saham, 50%-70% obligasi dan pasar uang, sisanya emas
0 Komentar