IHSG dan Berita Saham Indonesia Terbaru 16 Mei 2026: Ambruk 22% Sejak Awal Tahun, Rupiah Tembus Rekor Terlemah

Grafik pergerakan IHSG yang menunjukkan tren penurunan tajam dengan latar belakang layar Bursa Efek Indonesia
IHSG ambruk 22,25% sejak awal tahun 2026 ke level 6.723,32, sementara rupiah melemah ke rekor terlemah Rp 17.597 per dolar AS. Investor asing catat net sell Rp 1,53 triliun dalam sehari, dipicu rebalancing MSCI. Foto : Pinterest
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Kabar kurang menggembirakan datang dari pasar modal Tanah Air. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus terpuruk dan secara year to date (ytd) sudah ambruk hingga 22,25% sejak awal tahun 2026 . Kondisi ini diperparah dengan pelemahan rupiah yang menembus level terlemah sepanjang sejarah.

Pada perdagangan terakhir sebelum libur panjang, Rabu (13/5/2026), IHSG ditutup melemah 1,98% ke level 6.723,32 . Kapitalisasi pasar pun tergerus menjadi Rp 11.825 triliun, turun 4,68% dibandingkan pekan sebelumnya .

Penyebab Ambruknya IHSG: Rebalancing MSCI dan Rupiah Terlemah

Tekanan IHSG berasal dari dua faktor utama, eksternal dan internal.

Baca Juga:10 Saham Terboncos dan Paling Cuan Pekan Ini, Tiga Di Antaranya Milik Orang Terkaya RIIHSG Dibuka Menguat ke Level 6.947, Investor Tunggu Hasil MSCI Review Mei 2026

1. Dampak Rebalancing MSCI

Salah satu pemicu utama adalah keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengeluarkan 18 saham emiten asal Indonesia dari perhitungan indeks globalnya . Langkah ini dinilai memperburuk sentimen investor asing terhadap pasar domestik.

DPR pun turun tangan. Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Jafar mendesak Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi dan memperbesar free float agar kejadian serupa tidak terulang .

2. Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah

Pada Jumat (15/5/2026), rupiah ditutup di level Rp 17.597 per dolar AS, melemah 0,39% dibandingkan hari sebelumnya. Posisi ini menjadi rekor terlemah sepanjang sejarah (all time high) penutupan rupiah .

Chief Investment Officer Sinarmas Asset Management, Genta Wira Anjalu, menilai kondisi ini mencerminkan meningkatnya risk aversion baik di pasar global maupun domestik .

3. Sektor Paling Tertekan

Akumulasi pelemahan IHSG sepekan perdagangan terakhir mencapai 5,2%. Sektor yang turun paling dalam adalah barang baku (4,43%), infrastruktur (2,72%), energi (1,61%), dan consumer non primer (1,40%) .

Pergerakan Investor Asing: Net Sell Rp 1,53 Triliun

Pada perdagangan Rabu (13/5/2026), investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 1,53 triliun di seluruh pasar . Sepanjang tahun 2026, investor asing sudah mencatatkan nilai jual bersih Rp 40,82 triliun .

Namun menariknya, dalam akumulasi sepekan terakhir, investor asing masih mencatatkan net buy jumbo mencapai Rp 9,17 triliun . Artinya, aksi jual besar terjadi di hari-hari terakhir perdagangan.

Baca Juga:Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Juni 2026 LengkapGregoria Mariska Tunjung Resmi Mundur dari Pelatnas PBSI, Vertigo Jadi Penyebab Utama

Saham dengan Net Sell Terbesar Asing

Berikut saham-saham yang paling banyak dijual asing sepekan terakhir :

  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) – Rp 1,46 triliun
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) – Rp 358,91 miliar
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) – Rp 332,52 miliar
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT) – Rp 277,99 miliar
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) – Rp 275,99 miliar
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp 274,02 miliar
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) – Rp 193,19 miliar
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Rp 180,23 miliar
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) – Rp 139,08 miliar
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) – Rp 137,77 miliar
0 Komentar