John Herdman Mulai Garap Karakter Baru Timnas Indonesia, Identitas Kolektif Jadi Kunci Menuju Piala Asia 2027

John Herdman
John Herdman Foto: @officialjohnherdman
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, tengah sibuk di balik layar. Bukan sekadar menyusun formasi atau taktik, ia sedang meracik fondasi yang lebih mendasar, yaitu identitas permainan tim. Targetnya jelas, Piala Asia 2027. Namun, jalan menuju turnamen tersebut tidak hanya soal kemenangan, melainkan bagaimana Skuad Garuda menemukan jati diri mereka sebagai sebuah kesatuan.

Herdman menyadari bahwa tim nasional saat ini bukanlah kumpulan pemain dengan latar belakang yang homogen. Justru, keberagaman itulah yang menjadi ciri khas. Ada penggawa yang lahir, besar, dan menimba ilmu sepak bola di Indonesia. Ada pula yang tumbuh di Belanda, Italia, Jerman, hingga Arab Saudi. Setiap pemain membawa “rasa” sepak bola yang berbeda dari kompetisi yang mereka geluti sehari-hari.

Menurut Herdman, kekayaan pengalaman ini tidak boleh disia-siakan. Ia tidak ingin memaksakan satu gaya bermain tertentu yang asing bagi para pemainnya. Sebaliknya, ia memilih pendekatan yang lebih demokratis. Sang pelatih ingin menyatukan seluruh sisi positif dari pengalaman beragam itu menjadi sebuah kekuatan kolektif yang unik.

Baca Juga:Update Klasemen BRI Liga 1 Usai Arema Hajar PSBS 5-2Hasil Akhir PSBS vs Arema: 2-5, Penalti Akhir Perkecil Kekalahan Tuan Rumah

“Tim harus mencerminkan siapa mereka sebenarnya,” ujar Herdman dalam sesi wawancara yang diunggah di kanal YouTube resmi Timnas Indonesia. Ia menambahkan bahwa tugas pelatih adalah memiliki visi, tetapi visi itu harus menghormati realitas para pemain yang ada di depannya. Memaksakan identitas dari luar, menurutnya, tidak akan berhasil dalam jangka panjang.

Proses pembentukan identitas ini tidak bisa dilakukan secara sepihak oleh staf pelatih. Herdman menekankan pentingnya kesadaran dari para pemain itu sendiri. Ia ingin para penggawa Timnas Indonesia duduk bersama, berdiskusi, dan menemukan satu, dua, atau tiga nilai utama yang ingin mereka tunjukkan setiap kali turun ke lapangan. Apakah itu keberanian, penguasaan bola, atau disiplin tinggi? Semua harus lahir dari kemauan bersama.

Untuk mewujudkan hal ini, Herdman mengandalkan kelompok kepemimpinan di dalam tim. Ia membangun komunikasi yang erat dengan para pemain kunci, sehingga nilai-nilai tersebut bisa keluar secara alami, bukan sekadar perintah dari atas meja pelatih. Ia percaya bahwa tim yang kuat adalah tim yang memiliki pemimpin di dalam lapangan, bukan hanya instruktur di pinggir lapangan.

0 Komentar