RADARCIREBON.TV- Hasil grand final voli SBY Cup 2026 LavAni vs Perumda Tirta Bhagasasi pada Minggu (17/5/) ditutup dengan skor 3-0 sehingga klub milik SBY tersebut juara. Sementara itu, laga perebutan juara 3 di GOR Samapta, Magelang. antara Sukun Badak vs DPUPR Alip Grobogan berakhir dengan skor 3-2.
Dalam laga semifinal SBY Cup 2026, LavAni mengamankan tiket ke grand final setelah mengalahkan DPUPR Alip Grobogan 3 set langsung alias 3-0 (25-18, 25-17, dan 25-18). Sementara itu, Tirta Bhagasasi menjatuhkan Sukun Badak sang juara Pool B dalam pertarungan dramatis 5 set dengan 2-3 (25-17, 25-19, 17-25, 18-25, dan 11-15).
Bagi Sukun Badak dan DPUPR, masih ada gelar hiburan dengan perebutan juara 3 SBY Cup pukul 15.00 WIB. Sementara itu, partai grand final LavAni vs Tirta Bhagasasi dimainkan pukul 17.00 WIB. Seluruh laga tayang via siaran langsung CNN Indonesia TV dan Trans TV, juga live streaming di cnnindonesia.com dan transtv.co.id/live.
Baca Juga:Hasil Final Badminton Thailand Open 2026: Leo/Daniel Keluar Sebagai Juara Usai Bungkam Wakil IndiaMisi Cetak Sejarah Baru! Jadwal Final AVC Champions League 2026 Putra Hari Ini 17 Mei: Bhayangkara vs Sirjan
Update Hasil Final Voli SBY Cup 2026 LavAni vs Tirta Bhagasasi
Laga perebutan juara 3 SBY Cup antara Sukun Badak vs DPUPR Alip Grobogan berjalan sengit. Bahkan, butuh 5 set untuk menentukan pemenang. Awalnya, SBK tampak dalam rel yang benar ketika menang 25-19 di set pertama.
Namun, langkah Sukun Badak yang sering terburu-buru dimanfaatkan oleh DPUPR. Hasilnya, bukan cuma bisa menyamakan skor 1-1 di set kedua dengan 19-25. Pada set ketiga, mereka berbalik unggul jadi 20-25.
Tinggal butuh 1 set lagi, DPUPR gagal mengendalikan keadaan. Sebaliknya, SBK lebih tenang di set keempat. Mereka mengambil alih situasi lagi dengan kemenangan 25-22. Otomatis, butuh set kelima untuk memastikan siapa yang finis sebagai peringkat ketiga.
Set kelima jadi milik SBK dari awal hingga akhir. Sebuah back attack dari Sukun Badak Kudus menghasilkan match point di titik 14-10. Namun, sisa tenaga DPUPR masih cukup untuk menambah satu angka. Hanya saja, ini menjadi antiklimaks bagi DPUPR. Harapan mereka untuk poin baru lewat serve terbuang percuma ketika bola keluar dari garis lawan.
