Lyon, yang mengincar posisi tiga besar, justru dihancurkan Lens di kandang sendiri dengan skor telak 0-4. Sementara itu, Rennes yang menghuni posisi kelima dengan 59 poin takluk 1-3 saat menjamu Marseille. Kekalahan itu membuat Rennes turun ke peringkat keenam klasemen digusur Marseille yang naik satu tingkat meski sama-sama mengoleksi 59 poin.
Dengan “statu quo” di mana ketiga pesaing sama-sama kalah, Lille bertahan di posisi ketiga, Lyon di posisi keempat, dan Rennes terlempar ke posisi keenam. Akibatnya, Lille lolos langsung ke Liga Champions, sementara Lyon harus puas masuk ke babak kualifikasi alias playoff.
Verdonk Cetak Sejarah untuk Sepak Bola Indonesia
Kepastian lolosnya Lille otomatis membawa Calvin Verdonk menjadi pemain pertama dalam sejarah sepak bola Indonesia yang berhasil membawa klubnya berlaga di Liga Champions. Meskipun musim ini Verdonk belum menjadi pilihan mutlak di tim utama Lille, ia tetap tercatat tampil dalam beberapa laga penting.
Baca Juga:John Herdman Bahagia, Calon Pemain Timnas Indonesia Disebut sebagai The Next Florian Wirtz!Napoli Kunci Tiket Liga Champions, Man United Ketiban Durian Runtuh
Berdasarkan data statistik, Verdonk telah mencatatkan 15 penampilan di semua ajang musim ini dengan total menit bermain mencapai 734 menit, disertai tiga assist. Pelatih Bruno Genesio beberapa kali memercayakannya sebagai pemain pengganti untuk menambah kekuatan tim, seperti yang terjadi pada laga dramatis kontra Auxerre.
Lebih membanggakan lagi, dari seluruh pemain diaspora Indonesia yang berkarier di Eropa musim ini, hanya Calvin Verdonk yang berhasil finis di zona Liga Champions. Maarten Paes bersama Ajax harus puas finis kelima dan hanya bisa berlaga di Conference League via playoff, sementara Mees Hilgers di Twente hanya finis keempat di Liga Belanda.
Ambisi Verdonk Terwujud: Target di Awal Musim Jadi Nyata
Keberhasilan ini sejatinya sudah menjadi target besar Verdonk sejak awal bergabung. Dalam wawancara beberapa bulan lalu, pemain naturalisasi keturunan Aceh itu sudah blak-blakan mengenai ambisinya bersama Lille.
“Ya, kami ingin meraih tempat di Liga Champions,” kata Calvin Verdonk, Kamis 2 April 2026. “Tapi liganya berat. Ada banyak tim bagus di sana,” tambahnya saat itu. Kini, pernyataan tersebut terbukti bukan sekadar wacana, melainkan target yang berhasil diraih dengan perjuangan maksimal hingga pekan terakhir.
