2. Harga RAM dan SSD ikut melonjak
Selain faktor kurs rupiah, harga HP dan laptop pada 2026 juga terdorong naik akibat lonjakan harga komponen memori global. Komponen seperti RAM dan SSD mengalami kenaikan harga cukup tinggi karena permintaan pasar yang terus meningkat. Padahal, keduanya menjadi komponen utama di hampir semua laptop modern.
RAM berfungsi mendukung multitasking dan menjalankan aplikasi, sementara SSD memengaruhi kecepatan perangkat saat booting maupun membuka program. Lembaga riset TrendForce memperkirakan harga conventional DRAM pada kuartal pertama 2026 naik hingga 90-95 persen secara kuartalan. Sementara itu, harga NAND Flash diprediksi melonjak sekitar 55-60 persen.
Kenaikan tersebut membuat biaya produksi laptop ikut membengkak. Vendor pun mau tak mau harus menyesuaikan harga jual agar kualitas produk dan ketersediaan stok tetap terjaga. Dampaknya, laptop entry level semakin sulit dipertahankan di harga lama. Spesifikasi yang sebelumnya dianggap standar kini menjadi lebih mahal dalam struktur biaya produksi.
Baca Juga:WSBK Ceko 2026 Telah Usai: Rekap Hasi, Update Klasemen Terbaru, dan Seri SelanjutnyaHasil MotoGP Catalunya 2026: Pemenang Podium, Klasemen Terbaru, dan Jadwal Seri Berikutnya
3. Ledakan industri AI dorong krisis pasokan chip
Perkembangan artificial intelligence (AI) juga ikut memperketat pasokan chip global. Saat ini perusahaan teknologi besar berlomba membangun data center AI yang membutuhkan chip memori berperforma tinggi seperti High Bandwidth Memory (HBM). Kondisi tersebut membuat produsen chip lebih memprioritaskan produksi untuk kebutuhan server AI dibanding perangkat konsumen.
Selain permintaannya tinggi, margin bisnis di sektor ini juga lebih besar. Akibatnya, pasokan chip untuk laptop, HP, dan PC menjadi semakin terbatas. Lembaga riset IDC bahkan menyebut krisis kekurangan memori global yang dimulai sejak akhir 2025 diperkirakan masih berdampak hingga 2027.
Tak hanya laptop, kenaikan harga diperkirakan juga terjadi pada HP, PC rakitan, konsol game, hingga perangkat elektronik lain yang menggunakan chip semikonduktor. Selain chip dan memori, harga gadget turut dipengaruhi biaya logistik internasional, ongkos pengiriman global, hingga fluktuasi nilai tukar mata uang.
Pelemahan rupiah ditambah lonjakan harga komponen diperkirakan akan menekan pasar elektronik di Indonesia. Imbasnya, harga HP dan laptop berpotensi naik bertahap sepanjang 2026.
