“Itu bukan seperti yang kita perkirakan mengejar pemain, bukan. Itu riak-riak di lapangan. Jadi mungkin refleks dari pemain lari hingga seperti kejar-kejaran, tetapi itu bentuk penyampaian aspirasi dan juga tradisi yang mana biasa dilakukan pada akhir musim kompetisi,” ujarnya.
Meski demikian, pihak kepolisian mengakui bahwa penyalaan flare dan aksi turun ke lapangan bertentangan dengan regulasi FIFA. Hingga saat ini belum ada laporan adanya korban jiwa maupun luka serius akibat insiden tersebut.
Marc Klok: Semua Pemain Aman
Gelandang Persib Bandung, Marc Klok, yang pernah membela PSM Makassar, memberikan tanggapan bijak terkait kericuhan ini. Ia menilai aksi suporter masuk lapangan merupakan hal yang biasa terjadi dalam atmosfer sepak bola, terutama sebagai bentuk luapan emosi dan kecintaan terhadap klub.
Baca Juga:Julio Cesar Penyelamat Persib! Sundulan Injury Time Bawa Maung Bandung Selangkah Lagi JuaraSuporter Turun ke Lapangan Usai PSM Kalah dari Persib, Pemain Sempat Ditendang
“Hal biasa, kita semua cinta Makassar. Semua pemain aman,” ujar Marc Klok dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Penyebab Kekecewaan Suporter PSM
Kekecewaan suporter PSM tidak hanya karena kekalahan di laga ini. Secara keseluruhan, performa PSM sepanjang musim 2025/2026 dinilai menurun drastis. PSM saat ini terpuruk di peringkat 10 klasemen dengan koleksi 43 poin dari 33 pertandingan.
Rentetan hasil buruk membuat suporter meluapkan kekesalan mereka dengan turun ke lapangan sambil membentangkan spanduk berisi kritik keras terhadap manajemen tim.
Respons Bobotoh di Bandung
Sementara situasi mencekam terjadi di Parepare, para Bobotoh yang menonton di Bandung justru merayakan kemenangan dengan suka cita. Mereka menyalakan flare dan smoke bomb di beberapa titik, serta menggelar konvoi di depan Graha Persib, Jalan Sulanjana, Bandung.
Kemenangan ini membuat Persib hanya butuh satu poin lagi dari laga terakhir melawan Persijap Jepara di Stadion GBLA untuk mengamankan gelar juara Liga 1 musim ini.
