RADARCIREBON.TV – Campeones, campeones! Nyanyian khas suporter Arsenal bergema di ruang ganti London Colney pada Rabu (20/5/2026) dini hari WIB. Seluruh skuad The Gunners tak kuasa menahan kegembiraan setelah secara resmi dipastikan sebagai juara Premier League 2025/2026 usai Manchester City hanya bermain imbang melawan Bournemouth.
Momen bersejarah itu disambut dengan pesta meriah di kamp latihan Arsenal. Pemain dan staf berkumpul di ruang ganti, bernyanyi, menari, dan saling menyiram menggunakan sampanye dan cairan lainnya. Video pesta tersebut dengan cepat menyebar di media sosial.
Dari Sofa ke Panggung: Momen Dramatis Penentuan Juara
Menariknya, saat kepastian gelar datang, para pemain Arsenal sedang tidak berada di lapangan. Mereka berkumpul di ruang ganti London Colney sambil menonton siaran langsung pertandingan Bournemouth vs Manchester City . Ketika peluit panjang pertandingan di Vitality Stadium berbunyi dengan skor 1-1, gemuruh langsung meledak.
Baca Juga:3 Jalan Arsenal untuk Mengunci Gelar Liga Inggris Musim 2025/2026Arsenal di Ambang Juara Premier League! Man City Wajib Menang Lawan Bournemouth Dini Hari Nanti
Declan Rice, yang menjadi salah satu pilar utama musim ini, mengaku menit-menit menjelang gol penyeimbang City adalah saat paling menegangkan. “Saya tidak bisa duduk tenang. Saat Haaland mencetak gol di injury time, jantung saya hampir copot. Tapi setelah peluit berbunyi, saya langsung berlarian seperti anak kecil,” ujar Rice usai pesta.
Banjir Air dan Sampanye di London Colney
Seorang staf Arsenal yang hadir di ruang ganti menggambarkan suasana luar biasa. Tak ada satu pun pemain yang kering. Semua basah kuyup oleh sampanye dan air mineral. Para pemain senior seperti Jorginho memimpin nyanyian khas “We Are The Champions” milik Queen yang menggema di seluruh kompleks latihan.
Kai Havertz, pencetak gol kemenangan lawan Burnley di laga sebelumnya, menjadi salah satu yang paling bersemangat. “Saya tidak bisa menggambarkan perasaan ini. Ini puncak karier saya,” katanya di sela-sela pesta.
Arteta: Dedikasi untuk Keluarga dan Klub
Mikel Arteta yang tak pernah menangis di depan publik akhirnya tak kuasa menahan haru. Dalam video yang beredar, ia memberikan pidato singkat yang disambut teriakan histeris para pemain. “Kalian adalah legenda. Tidak ada yang memberi kita apa pun. Kita pergi dan mengambilnya,” ujar Arteta yang matanya berkaca-kaca.
